Wakil Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Joko Ruhi mengkhawatirkan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014 akan terjadi bom politik uang pada detik-detik akhir jelang hari pencoblosan di tiga Provinsi yang menjadi lumbung suara terbesar, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
"Trend bom money politics terutama akan disasarkan ke pihak penyelenggara, tak hanya kepada massa pemilih. Saya juga yakin bom politik uang, yang jumlahnya besar," ujar Jojo dalam keterangannya, Sabtu (5/7/2014).
Adanya dugaan bom politik uang itu menurut Jojo lantaran suasana persaingan dua kubu peserta Pilpres begitu panas. Segala cara dilakukan seperti menyerang lawan dengan menyebarkan fitnah atau kampanye hitam, berita palsu sampai isu SARA.
Namun, Jojo menilai bom politik uang itu agak sulit apabila diarahkan kepada pemilih. Sebab hasilnya tidak bisa dipastikan. Menurut dia, yang paling rasional apabila politik uang itu diarahkan kepada penyelenggara.
"Saya kira sasaran utama ke penyelenggara di semua tingkatan. Tapi juga ke pemilih. Namun saya lihat, penyelenggara yang disasar, sebab dari pada ngebom uang kepada massa pemilih yang hasilnya tak dapat dipastikan, dan sulit dimintai pertanggungjawaban," ucap Jojo.
Dugaan lain yang mengarah akan terjadinya bom politik uang menurut Jojo dapat dilihat dari pembentukan satgas Anti Politik Uang oleh kubu Jokowi - JK. Bahkan, ada sayembara apabila berhasil menemukan adanya politik uang, maka akan mendapatkan hadiah.
"Yang sudah kentara pun sudah terjadi. Modus lain, pemilih akan diintimidasi, tak semata dengan uang. Itu kan sudah ada indikasinya dengan adanya kasus keterlibatan Babinsa," tutur Jojo.
Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/07/05/waspadai-bom-politik-uang-di-jabar-jateng-dan-jatim

Tidak ada komentar:
Posting Komentar