Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie atau yang akrab dipanggil Ical, mengaku masih yakin presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) akan sangat demokratis dalam bersikap soal Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Kepada wartawan di kantornya Bakrie Tower, kawasan Epicentrum, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2014), Ical menganggap apa yang dinyatakan SBY melalui rekaman di Youtube, bukan berarti SBY menolak pemilihan Wali Kota dan Bupati melalui DPRD.
"Pak SBY sudah jelas dalam baik itu facebook, twitternya, youtube-nya menjelaskan, beliau adalah seorang negarawan yang sangat demokratis," katanya
Dua hari lalu di Youtube, SBY berpandangan bahwa pilkada langsung perlu dipertahankan.
Ia pun menjanjikan, dalam dua hari ini, Partai Demokrat akan memberikan pandangannya secara lengkap tentang RUU Pilkada.
RUU Pilkada didukung oleh Koalisi Merah Putih (KMP), dan terang-terangan ditentang oleh koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) yang suaranya di parlemen jauh lebih sedikit. Pasalnya dengan suara mayoritas yang dimiliki KMP, kandidat yang didukung sudah pasti akan menang dengan mudah.
Walau pun banyak pihak yang menentang pemilihan kepala daerah secara tidak langsung, dan menyebut hal itu sebagai kemunduran demokrasi, namun Ical cuek akan hal itu.
Menurutnya sangat wajar jika RUU Pilkada diperdebatkan, karena memang hal tersebut menyangkut kepentingan banyak orang.
Namun demikian pemerintah tidak bisa serta merta menarikRUU Pilkada dari DPR, pasalnya proses tersebut sudah berjalan dan akan disahkan pada bulan ini. SBY pun menurutnya akan menghargai apapun keputusan DPR.
"Apapun keputusan DPR RI harus kita hormati," tandasnya.
Abdul Kadir

Tidak ada komentar:
Posting Komentar