Calon presiden dengan nomor urut dua Joko Widodo berjanji akan memperkuat lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika rakyat Indonesia memilihnya.
"Kita ingin memperkuat KPK, baik tambahgan penyidik dan tambahan regulasi yang ada," kata Jokowi usai melakukan pematangan materi untuk debat capres di Jalan Subang Nomor 3A, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/6/2014).
Jokowi menjelaskan, salah satu fokus yang dilakukan ialah menambah anggaran lembaga antirasuah tersebut. "(Penambahan anggaran) itu jelas akan dilakukan," ujar Jokowi.
Seperti diketahui, saat ini pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) masih berlangsung di DPR.
Namun, revisi UU itu dikhawatirkan akan melemahkan fungsi KPK. Salah satu poin yang dianggap dapat melemahkan pemberantasan korupsi adalah dimasukkannya delik tindak pidana korupsi dalam KUHP.
Abdul Kadir

Tidak ada komentar:
Posting Komentar