Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menganggap debat pertama di Balai Sarbini sebatas pemanasan. Pasalnya, dalam debat tersebut belum menukik pada solusi yang substansial.
"Karena ini baru tahapan pemanasan awal ya, semalam kan masih sifatnya itu ditanya capres cawapres soal opini kedua calon, belum ditanya studi kasus, ini memang wajar karena semalam masih tahap awal," kata Anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Taufik Kurniawan di Jakarta, Selasa (10/6/2014).
Menurut Sekjen PAN itu, debat capres merupakan suatu bentuk interaksi antara calon pemimpin dengan calon pemilih yang sangat dinanti oleh masyarakat. Debat tersebut diawali dan dimulai pada tahun 2009 yang lalu.
"Artinya dari periode ke periode artinya kita memahami bahwa awal dikenalkan pada pilpres 2009 yang lalu ini sudah menyentuh. Sungguhpun sangat dinanti masyarakat tetapi paling tidak itu kelihatan sekali bahwa kita suguhkan pada adu argumentasi antara dua pasangan calon," katanya.
Taufik menjelaskan debat capres-cawapres ini hanya dilakukan di negara maju. Sedangkan di tingkat Asia, debat dapat meningkatkan kedewasaan calon pemimpin Indonesia. Taufik pun yakin debat tersebut akan meningkat pada pertemuan kedua yang digelar KPU.
"Saya yakin di debat berikutnya itu nanti ibarat ujian tidak hanya pilihan ganda saja, sudah sampai pada pertanyaan studi kasus yang itu tentunya sangat dinanti seluruh masyarakat," katanya.
Mengenai debat pertama disebut pemanasan, Taufik mengatakan hal itu masih pengenalan pada masyarakat dan substansinya masih normatif.
"Sama seperti cerdas cermat anak sekolah, ke depan saya harap moderator lebih mengarah pada studi kasus tidak hanya opini," katanya.
Pada debat berikutnya, Taufik yakin sepenuhnya akan terjadi peningkatan. Apalagi nanti ada debat capres sendiri ada cawapres sendiri sehingga semakin terlihat masyarakat disuguhkan data yang riil dan konkret.
"secara keseluruhan semalam itu masih warming up. sungguh pun terjadi dinamikan politik yang sangat menghangat atau mulai memanas tetapi kita masih dalam kerangka bersaudara, Bhinneka Tinggal Ika, Inysa Allah tidak ada konflik tidak seperti di mesir selalu terjadi krisis politik. Di tempat kita ini merupakan teladan yang baik saling berangkulan, saling bersalaman dan itu sangat tidak ternilai terkait perkembangan demokrasi kita," ungkapnya.
Abdul Kadir

Tidak ada komentar:
Posting Komentar