Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE
Sabtu malam pukul 20.30 hingga 21.30 Indonesia turut berpartisipasi
dalam program Earth Hour 2016. Namun ternyata agenda ini tak berpengaruh
pada penurunan beban atau konsumsi listrik di kota-kota besar.
"Realisasi
beban tadi malam, sistem Jawa Bali saat Earth Hour tidak mengalami
penurunan bila dibandingkan dengan satu dan dua minggu lalu," kata Plt
Satuan Komunikasi Korporat PT PLN, Agung Murdifi saat dihubungi detikcom
lewat telepon, Minggu (20/3/2016).
"Hal ini kemungkinan
temperatur karena mendekati waktu Equinox. Kota-kota Jakarta, Bandung,
Surabaya, tidak mengalami penurunan beban," sambungnya. Dia menegaskan,
keterkaitan dengan fenomena tersebut baru sebatas dugaannya semata.
Fenomena
Equinox diketahui memang menyebabkan peningkatan suhu udara. Sehingga,
dia menilai warga memilih menghidupkan pendingin udara saat Earth hour.
(Baca juga: Besok Indonesia Alami Fenomena Equinox, Apa itu?)
"Kalau cuaca agak panas dan kering, masyarakat menggunakan AC menjadi lebih meningkat," sebutnya.
Padahal
tahun lalu, Earth Hour selama 1 jam di Jakarta, konsumsi listrik hemat
sampai 165 MW. Jika 650 MW setara dengan 650 ribu kilowatt hour (kWh)
dan harga jual listrik rata-rata Rp 1.000 per kWh, maka yang dihemat
setara Rp 650 juta.
Rata-rata konsumsi listrik di Jakarta, lanjut
Agung, bervariasi setiap jamnya. Dia menyebut, sebagai perbandingan,
beban Jakarta tanggal 19 Maret 2016 pukul 20.30 WIB sebesar 3.891 MW.
Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/berita/3168863/pln-klaim-tak-ada-penurunan-konsumsi-listrik-saat-earth-hour
Minggu, 20 Maret 2016
Penuhi Istora, Ribuan Kader NasDem Pakai Baju Teman Ahok
Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE
Ribuan kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) datang ke acara pelantikan pengurus partai NasDem DKI Jakarta. Mereka kompak menggunakan seragam Teman Ahok.
Seperti yang diketahui, partai pimpinan Surya Paloh ini telah mendeklarasikan dukungannya kepada calon petahana Ahok untuk pertarungan pilkada DKI 2017. Seakan ingin membuktikan hal tersebut, partai NasDem kemudian membagikan kaos Teman Ahok kepada para kadernya dalam acara pengurus partai untuk wilayah DKI Jakarta.
Kader partai NasDem dari berbagai wilayah se Jakarta ini mengaku mendapatkan kaos Teman Ahok ini Sabtu malam (19/3/2016) di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kaos Teman Ahok yang disediakan ini berjumlah 3.000 buah.
"Kami dukung Pak Ahok!," ujar para pendukung dengan kompak sesaat menjelang acara di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, (20/3/2016).
Kaos Teman Ahok ini berwarna dominan putih dengan aksen biru di lengan. Di bagian depan terdapat tulisan Teman Ahok dengan ukuran yang cukup besar. Sedangkan di bagian belakang kaos terdapat tulisan "Ahok-Heru untuk Pilkada Jakarta 2017-2022".
Acara pelantikkan pengurus partai NasDem DKI Jakarta ini dijadwalkan akan dihadiri oleh ketum NasDem, Surya Paloh, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan pimpinan wilayah DKI Jakarta. Acara sendiri akan dimulai pukul 16.00 WIB
Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/berita/3169015/penuhi-istora-ribuan-kader-nasdem-pakai-baju-teman-ahok
Ribuan kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) datang ke acara pelantikan pengurus partai NasDem DKI Jakarta. Mereka kompak menggunakan seragam Teman Ahok.
Seperti yang diketahui, partai pimpinan Surya Paloh ini telah mendeklarasikan dukungannya kepada calon petahana Ahok untuk pertarungan pilkada DKI 2017. Seakan ingin membuktikan hal tersebut, partai NasDem kemudian membagikan kaos Teman Ahok kepada para kadernya dalam acara pengurus partai untuk wilayah DKI Jakarta.
Kader partai NasDem dari berbagai wilayah se Jakarta ini mengaku mendapatkan kaos Teman Ahok ini Sabtu malam (19/3/2016) di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kaos Teman Ahok yang disediakan ini berjumlah 3.000 buah.
"Kami dukung Pak Ahok!," ujar para pendukung dengan kompak sesaat menjelang acara di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, (20/3/2016).
Kaos Teman Ahok ini berwarna dominan putih dengan aksen biru di lengan. Di bagian depan terdapat tulisan Teman Ahok dengan ukuran yang cukup besar. Sedangkan di bagian belakang kaos terdapat tulisan "Ahok-Heru untuk Pilkada Jakarta 2017-2022".
Acara pelantikkan pengurus partai NasDem DKI Jakarta ini dijadwalkan akan dihadiri oleh ketum NasDem, Surya Paloh, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan pimpinan wilayah DKI Jakarta. Acara sendiri akan dimulai pukul 16.00 WIB
Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/berita/3169015/penuhi-istora-ribuan-kader-nasdem-pakai-baju-teman-ahok
Berkat Menteri Susi, Nelayan Anambas Tak Pernah Lagi Jumpai Kapal Asing Pencuri Ikan
Jakarta.MEDIA IDEPENDEN NASIONAL ONLINE
Nelayan Kepulauan Anambas terpengaruh kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang menindak kapal asing pencuri ikan.
Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas, Alpian, mengatakan sejak setahun terakhir laporan masuk dari nelayan yang melihat aktivitas kapal ikan asing di perairan Indonesia jauh berkurang.
"Semenjak satu tahun terakhir, jauh menurun. Boleh dikatakan tidak ada. Artinya, dari laporan nelayan yang melaut dari jangkauan mereka sejauh ini tidak ada," ujar Alpian, Minggu (20/3/2016).
Menurun Alpian, laporan masuk terkait aksi pencurian ikan ilegal diakui jauh berbeda sebelum adanya kebijakan Menteri Susi yang meledakkan kapal ikan asing.
Dalam sehari, kata Alpian, ada saja laporan dari nelayan yang melihat adanya aktivitas kapal ikan asing di perairan Indonesia, khususnya Anambas.
"Sebelum ada kebijakan itu, laporan yang masuk hampir setiap hari. Ada yang dari Jemaja, Kiabu yang melaporkan adanya aktivitas Kapal Ikan Asing ini.
Nelayan-nelayan ini, melaut mulai dari sekitaran pulau di Anambas hingga daerah Boring sana," sambung Alpian.
Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2016/03/20/berkat-menteri-susi-nelayan-anambas-tak-pernah-lagi-jumpai-kapal-asing-pencuri-ikan
Nelayan Kepulauan Anambas terpengaruh kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang menindak kapal asing pencuri ikan.
Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas, Alpian, mengatakan sejak setahun terakhir laporan masuk dari nelayan yang melihat aktivitas kapal ikan asing di perairan Indonesia jauh berkurang.
"Semenjak satu tahun terakhir, jauh menurun. Boleh dikatakan tidak ada. Artinya, dari laporan nelayan yang melaut dari jangkauan mereka sejauh ini tidak ada," ujar Alpian, Minggu (20/3/2016).
Menurun Alpian, laporan masuk terkait aksi pencurian ikan ilegal diakui jauh berbeda sebelum adanya kebijakan Menteri Susi yang meledakkan kapal ikan asing.
Dalam sehari, kata Alpian, ada saja laporan dari nelayan yang melihat adanya aktivitas kapal ikan asing di perairan Indonesia, khususnya Anambas.
"Sebelum ada kebijakan itu, laporan yang masuk hampir setiap hari. Ada yang dari Jemaja, Kiabu yang melaporkan adanya aktivitas Kapal Ikan Asing ini.
Nelayan-nelayan ini, melaut mulai dari sekitaran pulau di Anambas hingga daerah Boring sana," sambung Alpian.
Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2016/03/20/berkat-menteri-susi-nelayan-anambas-tak-pernah-lagi-jumpai-kapal-asing-pencuri-ikan
Sabtu, 12 Maret 2016
Begini Kerja Kurir 14 Ribu Pil Ekstasi yang Dikendalikan Napi LP Cipinang
Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE
Seorang kurir narkoba di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, ditangkap polisi. Kurir tersebut bertugas mengantar barang ke pengguna narkoba yang dikendalikan dari balik penjara LP Cipinang, Jakarta.
Kapolsek Metro Gambir AKBP Bambang YS mengatakan, barang haram yang yang berhasil ditangkap dari tangan kurir tersebut sebanyak 14 ribu butir pil ekstasi dan 4 ons sabu dan ketamine. Barang tersebut disimpan di kamar kos kurir tersebut, sementara pemiliknya adalah salah seorang tahanan di LP Cipinang.
"Kepolisian mengenakan Pasal 112 UU Tentang Narkotika Tahun 2009, serta Pasal 114 UU tentang Narkotika Tahun 2009. Kita akan kembangkan sampai ke manapun. Akan kita telusuri aliran dana dan mencermati informasi antara pelaku dan pemilik barang yang berada di dalam penjara," ujar Bambang saat jumpa pers di kantornya, Polsek Metro Gambir, Jl Cideng Barat, Nomor 12, Jatibaru, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016).
Bambang mengatakan, barang tersebut pertama kali diterima pelaku (kurir) tersebut berupa 1 paket besar. Barang itu dikirimkan oleh seseorang di depan kamar kosnya yang berada di Jl Mampang Prapatan XVI, Tegal Parang, Jakarta Selatan, namun keduanya tidak saling bertemu, hanya berkomunikasi via telepon.
"Pengiriman barang sendiri, ada seseorang yang mengantar barang paketan ke depan kosnya. Jadi dia tidak ketemu sama pengirim barang tersebut. Setelah posisi barang di depan kost, kemudian ditelepon untuk mengambil barang," kata Bambang.
Bambang melanjutkan, setelah diterima, barang haram tersebut kemudian dipecah-pecah menjadi paket-paket kecil. Untuk pengiriman, kurir tersebut menerima langsung perintah dari si pemilik barang yang berada di tahanan LP Cipinang.
"Ketika barang akan dikirim dia ditelepon lagi (oleh napi yang merupakan pemilik barang), kemudian barang baru diantar dan ditentukan lokasinya di mana," jelas Bambang.
Untuk sekali pengiriman kurir tersebut menerima upah sebesar Rp 50 ribu. Sedangkan harga satu butir pil ekstasi tersebut seharga Rp 100-150 ribu.
Kurir yang memiliki keterbatasan fisik itu mengaku tidak pernah bertemu dengan si pemilik barang yang berada di LP Cipinang. Dia mengatakan hanya pernah disambungkan oleh seseorang.
"Dia (kurir) mengaku belum pernah bertemu, tapi ada penghubung. Nanti kita angkat sampai ke akar-akarnya. Ketua LP pun kooperatif," kata Bambang.
Saat ditangkap, si kurir menunjukkan tempat dia menyimpan ribuan butir pil ekstasi itu di kamar kostnya. Di lokasi itu juga disita satu buah handphone merek Oppo, dua buah timbangan digital dan plastik pembungus narkoba berukuran kecil. Bambang mengatakan, nilai barang haram yang disita tersebut sebesar Rp 2,5 miliar.
Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/berita/3163289/begini-kerja-kurir-14-ribu-pil-ekstasi-yang-dikendalikan-napi-lp-cipinang
Seorang kurir narkoba di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, ditangkap polisi. Kurir tersebut bertugas mengantar barang ke pengguna narkoba yang dikendalikan dari balik penjara LP Cipinang, Jakarta.
Kapolsek Metro Gambir AKBP Bambang YS mengatakan, barang haram yang yang berhasil ditangkap dari tangan kurir tersebut sebanyak 14 ribu butir pil ekstasi dan 4 ons sabu dan ketamine. Barang tersebut disimpan di kamar kos kurir tersebut, sementara pemiliknya adalah salah seorang tahanan di LP Cipinang.
"Kepolisian mengenakan Pasal 112 UU Tentang Narkotika Tahun 2009, serta Pasal 114 UU tentang Narkotika Tahun 2009. Kita akan kembangkan sampai ke manapun. Akan kita telusuri aliran dana dan mencermati informasi antara pelaku dan pemilik barang yang berada di dalam penjara," ujar Bambang saat jumpa pers di kantornya, Polsek Metro Gambir, Jl Cideng Barat, Nomor 12, Jatibaru, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016).
Bambang mengatakan, barang tersebut pertama kali diterima pelaku (kurir) tersebut berupa 1 paket besar. Barang itu dikirimkan oleh seseorang di depan kamar kosnya yang berada di Jl Mampang Prapatan XVI, Tegal Parang, Jakarta Selatan, namun keduanya tidak saling bertemu, hanya berkomunikasi via telepon.
"Pengiriman barang sendiri, ada seseorang yang mengantar barang paketan ke depan kosnya. Jadi dia tidak ketemu sama pengirim barang tersebut. Setelah posisi barang di depan kost, kemudian ditelepon untuk mengambil barang," kata Bambang.
Bambang melanjutkan, setelah diterima, barang haram tersebut kemudian dipecah-pecah menjadi paket-paket kecil. Untuk pengiriman, kurir tersebut menerima langsung perintah dari si pemilik barang yang berada di tahanan LP Cipinang.
"Ketika barang akan dikirim dia ditelepon lagi (oleh napi yang merupakan pemilik barang), kemudian barang baru diantar dan ditentukan lokasinya di mana," jelas Bambang.
Untuk sekali pengiriman kurir tersebut menerima upah sebesar Rp 50 ribu. Sedangkan harga satu butir pil ekstasi tersebut seharga Rp 100-150 ribu.
Kurir yang memiliki keterbatasan fisik itu mengaku tidak pernah bertemu dengan si pemilik barang yang berada di LP Cipinang. Dia mengatakan hanya pernah disambungkan oleh seseorang.
"Dia (kurir) mengaku belum pernah bertemu, tapi ada penghubung. Nanti kita angkat sampai ke akar-akarnya. Ketua LP pun kooperatif," kata Bambang.
Saat ditangkap, si kurir menunjukkan tempat dia menyimpan ribuan butir pil ekstasi itu di kamar kostnya. Di lokasi itu juga disita satu buah handphone merek Oppo, dua buah timbangan digital dan plastik pembungus narkoba berukuran kecil. Bambang mengatakan, nilai barang haram yang disita tersebut sebesar Rp 2,5 miliar.
Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/berita/3163289/begini-kerja-kurir-14-ribu-pil-ekstasi-yang-dikendalikan-napi-lp-cipinang
Polisi Olah TKP Tewasnya Peserta Lomba Makan Ayam KFC
Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE
Petugas Satreskrim Polres Jakarta Barat menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tewasnya peserta lomba makan ayam di restauran cepat saji, KFC Taman Semanan, Jakarta Barat, Sabtu (12/3/2016) siang.
"Olah TKP yang kedua ini kita lakukan agar kita mengetahui, menggambarkan peristiwa apa yang terjadi pada saat itu," kata Kasat Reskrim Polres Jakbar, AKBP Didik Sugianto di lokasi.
Dalam olah TKP ini, polisi menghadirkan empat saksi dari pihak penyelenggara acara atau EO lomba makan ayam KFC, O2 Accion.
Saat olah TKP, tampak penyidik menanyakan kegiatan atau aktivitas saat perlombaan dilakukan di gerai tersebut kepada keempat orang dari EO tersebut.
Pantauan Tribun, pihak gerai KFC tetap beoperasi kendati polisi melakukan olah TKP di salah satu bagian gerainya.
Sejumlah pengunjung pun tampak melongok-longok saat olah TKP dilakukan.
Diberitakan, Fredy Jayadi (41) tewas saat mengikuti lomba makan sayap ayam berhadiah Rp5 Miliar
di gerai KFC Taman Semanan, Jakbar pada Jumat (11/3/2016) siang.
Saat kejadian, ada tiga peserta termasuk korban.
Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/03/12/polisi-olah-tkp-tewasnya-peserta-lomba-makan-ayam-kfc
Petugas Satreskrim Polres Jakarta Barat menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tewasnya peserta lomba makan ayam di restauran cepat saji, KFC Taman Semanan, Jakarta Barat, Sabtu (12/3/2016) siang.
"Olah TKP yang kedua ini kita lakukan agar kita mengetahui, menggambarkan peristiwa apa yang terjadi pada saat itu," kata Kasat Reskrim Polres Jakbar, AKBP Didik Sugianto di lokasi.
Dalam olah TKP ini, polisi menghadirkan empat saksi dari pihak penyelenggara acara atau EO lomba makan ayam KFC, O2 Accion.
Saat olah TKP, tampak penyidik menanyakan kegiatan atau aktivitas saat perlombaan dilakukan di gerai tersebut kepada keempat orang dari EO tersebut.
Pantauan Tribun, pihak gerai KFC tetap beoperasi kendati polisi melakukan olah TKP di salah satu bagian gerainya.
Sejumlah pengunjung pun tampak melongok-longok saat olah TKP dilakukan.
Diberitakan, Fredy Jayadi (41) tewas saat mengikuti lomba makan sayap ayam berhadiah Rp5 Miliar
di gerai KFC Taman Semanan, Jakbar pada Jumat (11/3/2016) siang.
Saat kejadian, ada tiga peserta termasuk korban.
Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/03/12/polisi-olah-tkp-tewasnya-peserta-lomba-makan-ayam-kfc
Selasa, 08 Maret 2016
Ditinggal Ahok, PDIP Kritik Deparpolisasi Lewat Cagub Independen
Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meneguhkan tekadnya untuk maju pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta melalui jalur independen. Ahok sebenarnya berniat menggandeng politikus PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan bakal cawagub dia. Namun 'restu' PDIP tak kunjung didapat.
Setelah memutuskan maju independen, Ahok mengaku sudah bertemu dan berbicara dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kepada Mega, Ahok menyampaikan niatnya maju Pilgub DKI bersama Ketua BPKAD Heru Budi Hartono lewat jalur independen.
Menurut Ahok, saat menerima laporan itu Megawati tak marah kepadanya karena maju independen. "Karena banyak orang partai juga marah (atas keputusan saya). Ya Ibu (Megawati) sih enggak marah sama saya, tapi yang lain marah. Enggak apa-apa sih," kata Ahok usai meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Saharjo Menteng Atas, Jl Dr Saharjo, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2016).
Namun sesaat setelah pengakuan Ahok tersebut, di tempat terpisah Sekretaris DPD PDIP DKI Prasetio Edi Marsudi tiba-tiba mengungkap fakta lain. Prasetio mengaku mendapat perintah dari Ketua Umum PDIP Megawati untuk konsolidasi menghadapi Pilgub DKI.
PDIP, kata Prasetio, di Pilgub DKI bisa mengajukan calon sendiri. Namun mereka tak ingin buru-buru mengumumkan nama kandidatnya. Sejumlah nama potensial masih disaring oleh DPD PDIP DKI. Nama Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini disebut masuk kandidat nama cagub DKI dari PDIP.
Selain konsolidasi, PDIP tiba-tiba mempersoalkan munculnya calon independen di pilkada. Menurut Prasetio, pengajuan calon kepala daerah dari jalur independen adalah bentuk deparpolisasi.
Prasetio menyatakan, deparpolisasi berakibat merugikan partai politik. Bukan hanya PDIP yang akan terkena imbasnya, namun semua parpol juga bisa tergerus deparpolisasi.
"Independen itu kan liberal. Maksud dan tujuannya sah, tapi tidak ada payung hukum dan Undang-undangnya," kata Prasetio.
Saat ini, bakal calon independen untuk Pilgub DKI 2017 adalah Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok). Prasetio menilai, jalur independen merupakan perwujudan paham liberal. Padahal untuk konteks Indonesia, peran parpol juga sebagai wadah pertanggung jawaban kepala daerah yang diusung.
"Soal deparpolisasi. Secara tata negara, deparpolisasi adalah pelemahan. PDIP melawan deparpolisasi," kata Prasetio.
Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/berita/3160400/ditinggal-ahok-pdip-kritik-deparpolisasi-lewat-cagub-independen
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meneguhkan tekadnya untuk maju pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta melalui jalur independen. Ahok sebenarnya berniat menggandeng politikus PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan bakal cawagub dia. Namun 'restu' PDIP tak kunjung didapat.
Setelah memutuskan maju independen, Ahok mengaku sudah bertemu dan berbicara dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kepada Mega, Ahok menyampaikan niatnya maju Pilgub DKI bersama Ketua BPKAD Heru Budi Hartono lewat jalur independen.
Menurut Ahok, saat menerima laporan itu Megawati tak marah kepadanya karena maju independen. "Karena banyak orang partai juga marah (atas keputusan saya). Ya Ibu (Megawati) sih enggak marah sama saya, tapi yang lain marah. Enggak apa-apa sih," kata Ahok usai meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Saharjo Menteng Atas, Jl Dr Saharjo, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2016).
Namun sesaat setelah pengakuan Ahok tersebut, di tempat terpisah Sekretaris DPD PDIP DKI Prasetio Edi Marsudi tiba-tiba mengungkap fakta lain. Prasetio mengaku mendapat perintah dari Ketua Umum PDIP Megawati untuk konsolidasi menghadapi Pilgub DKI.
PDIP, kata Prasetio, di Pilgub DKI bisa mengajukan calon sendiri. Namun mereka tak ingin buru-buru mengumumkan nama kandidatnya. Sejumlah nama potensial masih disaring oleh DPD PDIP DKI. Nama Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini disebut masuk kandidat nama cagub DKI dari PDIP.
Selain konsolidasi, PDIP tiba-tiba mempersoalkan munculnya calon independen di pilkada. Menurut Prasetio, pengajuan calon kepala daerah dari jalur independen adalah bentuk deparpolisasi.
Prasetio menyatakan, deparpolisasi berakibat merugikan partai politik. Bukan hanya PDIP yang akan terkena imbasnya, namun semua parpol juga bisa tergerus deparpolisasi.
"Independen itu kan liberal. Maksud dan tujuannya sah, tapi tidak ada payung hukum dan Undang-undangnya," kata Prasetio.
Saat ini, bakal calon independen untuk Pilgub DKI 2017 adalah Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok). Prasetio menilai, jalur independen merupakan perwujudan paham liberal. Padahal untuk konteks Indonesia, peran parpol juga sebagai wadah pertanggung jawaban kepala daerah yang diusung.
"Soal deparpolisasi. Secara tata negara, deparpolisasi adalah pelemahan. PDIP melawan deparpolisasi," kata Prasetio.
Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/berita/3160400/ditinggal-ahok-pdip-kritik-deparpolisasi-lewat-cagub-independen
Jelang Pilkada, SBY Minta Kader Lapor Bila Ada yang Catut Namanya
Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kader segera melapor bila terjadi pencatutan nama dirinya menjelang pilkada 2017.
Menurut SBY, orang yang mencatut namanya dengan berdalih bisa memuluskan untuk diusung Demokrat sebagai calon kepala daerah jelas merusak nama baik partai.
"Jangan percaya kalau ada yang mengaku 'eh pilih saya saja nanti saya sampaikan ke Pak SBY pasti tembus'. Pasti bohong. Tolong telepon saya siapa orang itu, manusia itu, dia akan merusak nama partai," kata SBY dalam keterangan tertulis, Rabu (9/3/2016)
SBY menegaskan Demokrat sangat serius dalam menetapkan calon kepala daerah yang akan diusung. Mereka harus yang memiliki integritas dan popularitas, serta segala aspeknya akan diperhitungkan untuk kemajuan kota atau provinsi yang akan dipimpin sang kepala daerah.
"Saya tahu, semua kader bekerja dengan keras. Tuhan pun mencatatnya. Atas nama Demokrat kami sampaikan terima kasih. Tidak ada jalan yang lunak untuk menuju cita-cita yang besar," ujar Presiden ke-6 RI itu.
SBY pun mendorong partainya untuk kembali bangkit di Pemilu 2019. Sisa dua tahun akan dimanfaatkan, terutama di Bandung yang sebelumnya menjadi lumbung suara Partai Demokrat diharapkan bisa kembali diraih.
Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2016/03/09/jelang-pilkada-sby-minta-kader-lapor-bila-ada-yang-catut-namanya
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kader segera melapor bila terjadi pencatutan nama dirinya menjelang pilkada 2017.
Menurut SBY, orang yang mencatut namanya dengan berdalih bisa memuluskan untuk diusung Demokrat sebagai calon kepala daerah jelas merusak nama baik partai.
"Jangan percaya kalau ada yang mengaku 'eh pilih saya saja nanti saya sampaikan ke Pak SBY pasti tembus'. Pasti bohong. Tolong telepon saya siapa orang itu, manusia itu, dia akan merusak nama partai," kata SBY dalam keterangan tertulis, Rabu (9/3/2016)
SBY menegaskan Demokrat sangat serius dalam menetapkan calon kepala daerah yang akan diusung. Mereka harus yang memiliki integritas dan popularitas, serta segala aspeknya akan diperhitungkan untuk kemajuan kota atau provinsi yang akan dipimpin sang kepala daerah.
"Saya tahu, semua kader bekerja dengan keras. Tuhan pun mencatatnya. Atas nama Demokrat kami sampaikan terima kasih. Tidak ada jalan yang lunak untuk menuju cita-cita yang besar," ujar Presiden ke-6 RI itu.
SBY pun mendorong partainya untuk kembali bangkit di Pemilu 2019. Sisa dua tahun akan dimanfaatkan, terutama di Bandung yang sebelumnya menjadi lumbung suara Partai Demokrat diharapkan bisa kembali diraih.
Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2016/03/09/jelang-pilkada-sby-minta-kader-lapor-bila-ada-yang-catut-namanya
Matahari Sabit Muncul di Kota Bandung
Bandung.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE
Secara perlahan matahari mulai terlihat di langit Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/3/2016), sekitar pukul 06.40 WIB, setelah tertutup awan.
Namun sebagian awan mendung masih menggangu dan menghalangi warga untuk menyaksikan langsung proses terjadinya gerhana matahari.
Warga yang tengah menyaksikan di Monumen Juang (Monju) pun langsung antusias.
Tak hanya kalangan mahasiswa, sejumlah anak-anak pun ikut meramaikan kegiatan menyaksikan langsung proses terjadinya gerhana matahari di Monju.
Satu persatu menggunakan kacamata khusus gerhana matahari dan ada pula yang menggunakan pin hole buatan.
Mereka menyaksikan terbitnya matahari yang berbentuk sabit meski sorot cahaya matahar terasa dari sebelah timur itu.
Humas Gema Bandung, Riana Rahmawati (21), mengatakan, kegiatan menyaksikan bersama proses terjadinya gerhana matahari itu untuk mencerdeskan masyarakat.
Menurutnya, mitos tentang bahayanya gerhana matahari itu tidak benar dan merupakan fenomena alam.
"Dulu kan banyak mitos tidak boleh keluar ketika gerhana matahari karena takut buta dan kena radiasi. Tapi itu tidak benar," ujar Riana di lokasi.
Menurut Riana, di Jabar memang tidak terlihat gerhana matahari total atau kualitasnya hanya 88 persen. Untuk bisa menyaksikan gerhana matahari total di Jabar, membutuhkan waktu ratusan tahun lagi.
"Secara umum tahun depan masih ada gerhana matahari, tapi untuk total itu hanya bisa disaksikan di Amerika," ujar Riana
Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2016/03/09/matahari-sabit-muncul-di-kota-bandung
Secara perlahan matahari mulai terlihat di langit Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/3/2016), sekitar pukul 06.40 WIB, setelah tertutup awan.
Namun sebagian awan mendung masih menggangu dan menghalangi warga untuk menyaksikan langsung proses terjadinya gerhana matahari.
Warga yang tengah menyaksikan di Monumen Juang (Monju) pun langsung antusias.
Tak hanya kalangan mahasiswa, sejumlah anak-anak pun ikut meramaikan kegiatan menyaksikan langsung proses terjadinya gerhana matahari di Monju.
Satu persatu menggunakan kacamata khusus gerhana matahari dan ada pula yang menggunakan pin hole buatan.
Mereka menyaksikan terbitnya matahari yang berbentuk sabit meski sorot cahaya matahar terasa dari sebelah timur itu.
Humas Gema Bandung, Riana Rahmawati (21), mengatakan, kegiatan menyaksikan bersama proses terjadinya gerhana matahari itu untuk mencerdeskan masyarakat.
Menurutnya, mitos tentang bahayanya gerhana matahari itu tidak benar dan merupakan fenomena alam.
"Dulu kan banyak mitos tidak boleh keluar ketika gerhana matahari karena takut buta dan kena radiasi. Tapi itu tidak benar," ujar Riana di lokasi.
Menurut Riana, di Jabar memang tidak terlihat gerhana matahari total atau kualitasnya hanya 88 persen. Untuk bisa menyaksikan gerhana matahari total di Jabar, membutuhkan waktu ratusan tahun lagi.
"Secara umum tahun depan masih ada gerhana matahari, tapi untuk total itu hanya bisa disaksikan di Amerika," ujar Riana
Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2016/03/09/matahari-sabit-muncul-di-kota-bandung
Kamis, 03 Maret 2016
Satu Tahanan Kabur, Polda Sulsel Akan Beri Sanksi ke Petugas yang Lalai
Sulawesi Selatan.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE
Seorang wanita bernama Emalia (31) kabur dari ruang tahanan di lantai III Direktorat Narkoba Polda Sulawesi Selatan. Polisi yang menjaga akan diberi sanksi jika terbukti lalai.
"Jelas, itu sanksi-nya sudah kita siapkan. Kalau yang mereka cari dapat, akan dikenakan (sanksi) disiplin," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Frans Barung saat dihubungi detikcom, Jumat (4/3/2016) pagi.
Emilia diketahui kabur dari tahanan, Kamis (3/3) sekitar pukul 17.30 Wita. Dia ketika itu baru saja diperiksa Bripka Asrullah di ruang Subdit II Dit Narkoba Polda Sulsel.
Usai melakukan pemeriksaan, Bripka Asrullah menyerahkan tersangka ke anggota piket Brigpol Risman untuk dimasukkan kembali ke dalam sel. Rupanya, Emalia yang merupakan warga Jalan Kerung-Kerung ini tidak langsung dikembalikan ke sel. Dia sempat duduk di sekitar pos piket jaga.
Emalia, tahanan kasus narkoba atas kepemilikan 11 sachet sabu itu kemudian memanfaatkan kelengahan petugas jaga di sekitar pos piket di lantai III ruang Dit Narkoba Polda Sulsel. Dia pun berhasil kabur.
Saat ini, Bripka Asrullah dan Brigpol Risman tengah diperiksa. "Diperiksa di propam," jelas Frans. Jika terbukti salah, akan ada sanksi disiplin yang diterima. Dirinya menyayangkan anggota-nya lalai dalam melaksanakan tugas.
"Seharusnya setelah diperiksa langsung dimasukkan ke sel, bukan disuruh duduk di luar," ujar Barung.
Hingga pagi ini, jajaran Polda Sulsel masih melakukan pengejaran terhadap Emalia. Dia diduga kabur ke kampung halamannya. "Masih dicari yang bersangkutan," ucapnya.
Kapolda Sulsel Irjen Pudji Hartanto juga telah memerintahkan jajarannya untuk menangkap kembali Emalia. Dia akan menindak anggotanya jika terbukti lalai.
"Harus dicari dan ditangkap kembali, kalau ada anggota yang terlibat pasti ditindak," ujar Pudji.
Abdul Kadir
Sumber : https://news.detik.com/berita/3157170/satu-tahanan-kabur-polda-sulsel-akan-beri-sanksi-ke-petugas-yang-lalai
Seorang wanita bernama Emalia (31) kabur dari ruang tahanan di lantai III Direktorat Narkoba Polda Sulawesi Selatan. Polisi yang menjaga akan diberi sanksi jika terbukti lalai.
"Jelas, itu sanksi-nya sudah kita siapkan. Kalau yang mereka cari dapat, akan dikenakan (sanksi) disiplin," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Frans Barung saat dihubungi detikcom, Jumat (4/3/2016) pagi.
Emilia diketahui kabur dari tahanan, Kamis (3/3) sekitar pukul 17.30 Wita. Dia ketika itu baru saja diperiksa Bripka Asrullah di ruang Subdit II Dit Narkoba Polda Sulsel.
Usai melakukan pemeriksaan, Bripka Asrullah menyerahkan tersangka ke anggota piket Brigpol Risman untuk dimasukkan kembali ke dalam sel. Rupanya, Emalia yang merupakan warga Jalan Kerung-Kerung ini tidak langsung dikembalikan ke sel. Dia sempat duduk di sekitar pos piket jaga.
Emalia, tahanan kasus narkoba atas kepemilikan 11 sachet sabu itu kemudian memanfaatkan kelengahan petugas jaga di sekitar pos piket di lantai III ruang Dit Narkoba Polda Sulsel. Dia pun berhasil kabur.
Saat ini, Bripka Asrullah dan Brigpol Risman tengah diperiksa. "Diperiksa di propam," jelas Frans. Jika terbukti salah, akan ada sanksi disiplin yang diterima. Dirinya menyayangkan anggota-nya lalai dalam melaksanakan tugas.
"Seharusnya setelah diperiksa langsung dimasukkan ke sel, bukan disuruh duduk di luar," ujar Barung.
Hingga pagi ini, jajaran Polda Sulsel masih melakukan pengejaran terhadap Emalia. Dia diduga kabur ke kampung halamannya. "Masih dicari yang bersangkutan," ucapnya.
Kapolda Sulsel Irjen Pudji Hartanto juga telah memerintahkan jajarannya untuk menangkap kembali Emalia. Dia akan menindak anggotanya jika terbukti lalai.
"Harus dicari dan ditangkap kembali, kalau ada anggota yang terlibat pasti ditindak," ujar Pudji.
Abdul Kadir
Sumber : https://news.detik.com/berita/3157170/satu-tahanan-kabur-polda-sulsel-akan-beri-sanksi-ke-petugas-yang-lalai
Lulung Beri Dukungan Yusril Ihza Mahendra Lawan Ahok
Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE
Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Lulung menyatakan tidak berniat maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.
"Kalau saya tidak mengharapkan maju," kata pria yang akrab disapa Lulung di Jakarta, Jumat (4/3/2016).
Lulung tidak membeberkan alasan enggan untuk bersaing dengan petahana Basuki Tjahaja Purnama di Pilkada.
Namun, dia berniat untuk memberikan dukungannya kepada Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra.
Menurut Lulung, Yusril merupakan tokoh representatif kehidupan.
"Yusril itu tokoh representatif segala kehidupan. Dia negarawan, dia pernah dicalonin presiden 1998. Ilmuwan. Ahli tata negara dan sebagainya," imbuh dia.
Lulung mengaku akan berkontribusi di pesta demokrasi DKI Jakarta.
Dia menyatakan siap menjadi juru kampanye bakal calon gubernur yang diusung partainya, PPP.
"Gue jadi jurkam (juru kampanye) saja," kata politisi partai berlambang ka'bah ini.
Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/03/04/lulung-beri-dukungan-yusril-ihza-mahendra-lawan-ahok
Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Lulung menyatakan tidak berniat maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.
"Kalau saya tidak mengharapkan maju," kata pria yang akrab disapa Lulung di Jakarta, Jumat (4/3/2016).
Lulung tidak membeberkan alasan enggan untuk bersaing dengan petahana Basuki Tjahaja Purnama di Pilkada.
Namun, dia berniat untuk memberikan dukungannya kepada Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra.
Menurut Lulung, Yusril merupakan tokoh representatif kehidupan.
"Yusril itu tokoh representatif segala kehidupan. Dia negarawan, dia pernah dicalonin presiden 1998. Ilmuwan. Ahli tata negara dan sebagainya," imbuh dia.
Lulung mengaku akan berkontribusi di pesta demokrasi DKI Jakarta.
Dia menyatakan siap menjadi juru kampanye bakal calon gubernur yang diusung partainya, PPP.
"Gue jadi jurkam (juru kampanye) saja," kata politisi partai berlambang ka'bah ini.
Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/03/04/lulung-beri-dukungan-yusril-ihza-mahendra-lawan-ahok
DPR Tak Lihat Lihat Ada Unsur Kepentingan Umum Dalam Deponering Samad-BW
Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE
Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menyatakan tidak mempersoalkan pemberian deponering kepada Mantan Komisioner KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto (BW).
Meskipun, posisi DPR menolak deponering saat diminta pertimbangan oleh Jaksa Agung H.M Prasetyo.
Bambang mengatakan pemberian deponering itu sepenuhnya kewenangan Jaksa Agung sesuai UU.
Politikus Golkar itu mengungkapkan alasan DPR menolak pemberian deponering tersebut.
Hal ini berbeda saat deponering terhadap Mantan Komisioner KPK Bibit Samad Riyanto-Chandra
Hamzah. Saat itu Bibit-Chandra masih menjabat sebagai Pimpinan KPK.
Dimana jika tidak segera di deponering maka akan mengganggu jalannya upaya pemberantasan korupsi oleh KPK.
"DPR ketika memberikan pendapatnya kepada Jaksa Agung secara jelas mengatakan bahwa pemberian deponering tersebut tidak tepat karena unsur kepentingan umumnya tidak terpenuhi," ujarnya.
Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memutuskan untuk mengesampingkan (deponering) perkara yang mendera Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.
"Keputusan yang diambil adalah mengesampingkan perkara mendeponering perkara atas nama Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Pengesampingan dilakukan semata-mata atas kepentingan umum," kata Muhammad Prasetyo di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (3/3/2016).
Prasetyo menjelaskan langkah yang diambilnya telah sesuai dengan pasal 35 (c) Undang-Undang Kejaksaan.
Kasus dugaan pengarahan saksi untuk memberikan keterangan palsu yang mendera Bambang Widjojanto dan dugaan pemalsuan identitas yang menjerat Abraham Samad, disebut banyak pihak, sarat kriminalisasi.
Pasalnya, bersama penyidiknya Novel Baswedan, dua Pimpinan KPK menjadi tersangka oleh Bareskrim Polri, setelah terlebih dahulu menetapkan Komjen Budi Gunawan atas dugaan menerima gratifikasi.
Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2016/03/04/dpr-tak-lihat-lihat-ada-unsur-kepentingan-umum-dalam-deponering-samad-bw
Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menyatakan tidak mempersoalkan pemberian deponering kepada Mantan Komisioner KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto (BW).
Meskipun, posisi DPR menolak deponering saat diminta pertimbangan oleh Jaksa Agung H.M Prasetyo.
Bambang mengatakan pemberian deponering itu sepenuhnya kewenangan Jaksa Agung sesuai UU.
Politikus Golkar itu mengungkapkan alasan DPR menolak pemberian deponering tersebut.
Hal ini berbeda saat deponering terhadap Mantan Komisioner KPK Bibit Samad Riyanto-Chandra
Hamzah. Saat itu Bibit-Chandra masih menjabat sebagai Pimpinan KPK.
Dimana jika tidak segera di deponering maka akan mengganggu jalannya upaya pemberantasan korupsi oleh KPK.
"DPR ketika memberikan pendapatnya kepada Jaksa Agung secara jelas mengatakan bahwa pemberian deponering tersebut tidak tepat karena unsur kepentingan umumnya tidak terpenuhi," ujarnya.
Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memutuskan untuk mengesampingkan (deponering) perkara yang mendera Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.
"Keputusan yang diambil adalah mengesampingkan perkara mendeponering perkara atas nama Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Pengesampingan dilakukan semata-mata atas kepentingan umum," kata Muhammad Prasetyo di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (3/3/2016).
Prasetyo menjelaskan langkah yang diambilnya telah sesuai dengan pasal 35 (c) Undang-Undang Kejaksaan.
Kasus dugaan pengarahan saksi untuk memberikan keterangan palsu yang mendera Bambang Widjojanto dan dugaan pemalsuan identitas yang menjerat Abraham Samad, disebut banyak pihak, sarat kriminalisasi.
Pasalnya, bersama penyidiknya Novel Baswedan, dua Pimpinan KPK menjadi tersangka oleh Bareskrim Polri, setelah terlebih dahulu menetapkan Komjen Budi Gunawan atas dugaan menerima gratifikasi.
Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2016/03/04/dpr-tak-lihat-lihat-ada-unsur-kepentingan-umum-dalam-deponering-samad-bw
Langganan:
Komentar (Atom)










