Sabtu, 17 September 2016

Sambut Jemaah Haji Kloter Pertama, Menkes Ingin Pastikan Tidak Ada Penyebaran Penyakit

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Menteri Kesehatan Nila Moeloek menjemput langsung para jamaah haji kloter pertama Jakarta yang tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (18/9/2016) dinihari.

Kedatangannya ingin melihat langsung kondisi kesehatan 393 jamaah haji kloter satu.
"Jemaah haji yang datang dari Arab Saudi, kami periksa kesehatannya, demi mencegah melunarnya virus, salah satunya seperti virus unta namun sebenarnya penjagaan ini sudah dilakukan sejak jamaah ada di Arab Saudi," kata Nila kepada wartawan.

"Sebenarnya sudah diperiksa, karena bila mereka demam tidak diperbolehkan naik pesawat. Begitu sampai disini, kami periksa lagi, apakah ada yang terkena atau tidak," tambahnya.

Menurutnya, setelah menjalani pemeriksaan awal di Lanud Halim, jamaah haji juga diberikan kartu waspada. Maksudnya, pegemang kartu ini akan terdata sebagai jamaah haji, dan akan segera ditangani jika tiba-tiba sakit dengan gejala virus unta.

"Selain itu para jemaah kami berikan kartu yang namanya kartu kewaspadaan. Jika mereka dalam kurun waktu kena masa inkubasi 7 sampai 12 hari panas, ini harus kembali dengan kartu yang tadi. Jadi kami bisa mengetahui mereka adalah jemaah haji," katanya.

Nila menyebutkan, dari kloter pertama Jakarta, sebanyak tiga jamaah meninggal dunia. Sementara total dari embarkasi jakarta sebanyak 15 kloter.

Setelah tiba di Lanud Halim, seluruh jamaah haji dikumpulkan menjadi satu di Gedung Serbaguna Asrama Haji Pondok Gede, sebelum nantinya dipulangkan ke kediaman masing-masing.

Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/09/18/sambut-jemaah-haji-kloter-pertama-menkes-ingin-pastikan-tidak-ada-penyebaran-penyakit 


 

Besok, Badan Kehormatan DPD RI Gelar Rapat Tanggapi Soal Penangkapan Irman Gusman

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Ketua DPD RI, Irman Gusman telah ditangkap oleh KPK pada operasi tangkap tangan di rumahnya pada Jumat (16/9) beserta dengan empat orang lainnya dan barang bukti Rp 100 juta.

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Kehormatan DPD, AM Fatwa menjelaskan akan menggelar rapat untuk menyoal hal tersebut.

"Senin besok Insya Allah akan kami rapatkan bersama dengan pimpinan dan anggota BK lainnya," jelasnya saat ditemui di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (18/9/2016)
Dalam sidang tersebut juga akan dibahas mengenai sanksi yang diberikan kepada Irman Gusman yang saat ini menjadi tahanan di KPK.

Namun begitu, dirinya tidak mau berspekulasi mengenai sanksi yang akan diberikan oleh badan kehormatan, pasalnya harus ada persetujuan dari anggota lainnya.

"Saya tidak tahu nantinya bagaimana. Apakah sanksi teguran, sanksi pemberhentian dari alat kelengkapan DPD atau yang lain. Ini perlu dibicarakan," kata dia.

Senator asal DKI Jakarta itu menyebut apa yang dilakukan oleh Irman Gusman adalah hal yang berat selama perjalanan parlemen dan perjalanan pemerintahan selama ini.

Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2016/09/18/besok-badan-kehormatan-dpd-ri-gelar-rapat-tanggapi-soal-penangkapan-irman-gusman 

Jumat, 09 September 2016

Alasan Tito memilih Syafruddin jadi Wakapolri

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkapkan hasil konsultasi dengan Presiden Joko Widodo dan menteri terkait, kompetensi dan pengalaman bertugas di berbagai tempat dan posisi adalah pertimbangan utama diangkatnya Syafruddin menjadi orang nomor dua di Polri.

"Wakapolri sudah pernah berkarier di posisi operasional, komando dan pendidikan selama kariernya. Selain itu juga memiliki hubungan yang baik dengan pihak internal dan eksternal Polri," ujar Kapolri usai memimpin upacara serah terima jabatan Wakapolri, dari Jenderal Polisi Budi Gunawan yang sudah resmi menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) kepada Syafruddin di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu.

Tito juga mengaku merasa nyaman dengan Syafruddin karena pernah satu kelas saat menempuh pendidikan pada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Hubungan yang sudah terjalin baik itu diharapkan dapat memperlancar tugas kepemimpinan di tubuh Polri.

"Mari bersama-sama membangun Polri dan mengembalikan citra baik polisi di masyarakat," kata Tito.

Syafruddin dilantik sebagai Wakapolri hanya sehari setelah Budi Gunawan dilantik sebagai Kepala BIN. Menurut Tito, dia memang sengaja meminta pelantikan dipercepat karena Polri memiliki banyak tugas yang butuh penanganan segera.

Kapolri meminta mantan Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian itu langsung bertugas dengan tanggung jawab pertama Syafruddin ikut memimpin dan mengawasi pelaksanaan operasi pengamanan arus mudik dan balik, dari sebelum hingga setelah Idul Adha.

"Setelah dilantik hari ini, Wakapolri langsung bisa bekerja," tutur Tito.

Sebelum menjadi Wakapolri, Syafruddin pernah mengisi beberapa jabatan penting dalam kariernya, antara lain Ajudan Wapres Jusuf Kalla pada tahun 2004, Wakil Polda Sumatera Utara, Kapolda Kalimantan Selatan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan dan mulai menjabat Kalemdikpol tahun 2015.

Jabatan Wakapolri digenggamnya setelah penjabat sebelumnya, Jenderal Polisi Budi Gunawan diangkat sebagai Kepala BIN oleh Presiden Joko Widodo mulai Jumat (9/9). Budi menggantikan Sutiyoso yang telah memimpin BIN selama sekitar satu tahun.


Abdul Kadir
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/583628/alasan-tito-memilih-syafruddin-jadi-wakapolri

Faktor Politis dalam Penunjukan Kepala BIN dan Terpilihnya Budi Gunawan...

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE



Sejak era reformasi, jabatan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dinilai dipilih dengan pertimbangan politis oleh presiden.

Posisinya yang selevel menteri di kabinet maupun duta besar perwakilan Indonesia di luar negeri, menjadikan orang-orang terdekat atau yang dianggap dekat dengan presiden, mendapatkan jabatan tersebut.

Hal itu disampaikan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono saat dijumpai awak media usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (8/9/2016) sore. Hendro mengaku mengalami hal tersebut.

"Saya lihat di era reformasi ini kepala BIN ini merupakan suatu political appointee (ditunjuk secara politis)," kata dia.

Pertimbangan politis, menurut Hendro, tak hanya terjadi di Indonesia. Di sejumlah negara besar yang memiliki intelijen kuat, keberadaan orang dekat presiden juga mengisi jabatan strategis di dalamnya.

"Tapi kebetulan yang namanya Budi Gunawan juga orang yang cerdas, dari buah intelektual," ujarnya.

(Baca juga: Kemesraan Budi Gunawan dan DPR...)

Lantaran penunjukkannya yang bersifat politis, Hendro mengaku, untuk urusan internal bidang pembenahan dan teknis intelijen, lebih menjadi tanggung jawab seorang wakil kepala BIN.

Saat Hendro menjabat, posisi itu dijabat oleh As’ad Said Ali. As’ad yang merupakan anggota organik, memulai karirnya di dunia intelijen sejak 1974 saat BIN masih bernama Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN).

Ketika Presiden Joko Widodo hendak mengganti Marciano Norman yang saat itu menjabat Kepala BIN, nama As’ad sempat diajukan Hendro ke Jokowi. Namun, Jokowi lebih memilih Sutiyoso.

Dihubungi terpisah, As’ad tak menampik, jika namanya pernah diajukan sebagai kandidat calon kepala BIN.

"Wah, enggak tahu juga ya, kalau mungkin benar ya, itu dulu ya. Itu dulu," kata As’ad.
Ia mengakui, jika unsur politis di dalam penunjukan kepala BIN sangat kental. Layaknya seorang menteri, menurut dia, kepala BIN merupakan "President’s men".

"Pak Budi ini kan kembali masalah politis ya," ujarnya.
(Baca juga: "Jangan Sampai Penunjukan Budi Gunawan Dijadikan Alat Politik")

Meski begitu, As'ad mengakui kemampuan dan kompetensi Budi Gunawan. Sebagai seorang polisi yang kini menjabat wakil kepala Polri, As’ad yakin Budi memiliki kemampuan manajerial yang baik.

Kemampuan itu tentu dibutuhkan, terlebih intelijen merupakan dunia baru bagi Budi Gunawan.

Di internal BIN sendiri, institusi yang dikenal sebagai institusi sipil itu, tidak sepenuhnya dikuasai sipil. Tidak sedikit TNI dan Polri yang menduduki jabatan strategis di internal BIN.

"Jadi bagaimana membikin keseimbangan yang bisa memberikan harapan masa depan masing-masing. Selama keseimbangan itu tidak tercapai, susah mereka bekerja," ucapnya.

"Saya kenal beliau (Budi Gunawan), pintar orang itu. Pintar dan termasuk kiri-kanannya bagus komunikasi. Ya nanti lihat di lapangan saja," ucapnya.

Abdul Kadir
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2016/09/09/08182541/faktor.politis.dalam.penunjukan.kepala.bin.dan.terpilihnya.budi.gunawan. 

FOTO: Kedatangan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Jakarta

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte akhirnya tiba di Indonesia dan melakukan kunjungan kenegaraan perdananya. Dia tiba di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 21:50 WIB pada Kamis, 8 September.

Pria yang akrab disapa Digong itu terbang dari Vientiane, Laos untuk menghadiri KTT ASEAN dan akan berada di Jakarta selama satu malam. Uniknya, di momen yang hampir bersamaan, Presiden Joko "Jokowi" Widodo juga baru mendarat dari Laos.
 
Tiba di Jakarta, Presiden ke-16 Filipina itu disambut dengan upacara formal penghormatan. Sementara, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Yasonna Laoly, ikut menyambut secara khusus.
 
Sebelum meninggalkan bandara, Duterte mengaku terkesan dengan penyambutan yang begitu positif dari tuan rumah, Indonesia. Berikut beberapa foto yang Rappler pilih untuk kamu ketika Duterte tiba di Jakarta:
PENYAMBUTAN DUTERTE. Bendera Filipina dipasang di area VVIP Bandara Halim Perdana Kusuma pada Kamis malam, 8 September untuk menyambut kedatangan Presiden Rodrigo Duterte. Foto oleh Diego Batra/Rappler



PENYAMBUTAN DUTERTE. Bendera Filipina dipasang di area VVIP Bandara Halim Perdana Kusuma pada Kamis malam, 8 September untuk menyambut kedatangan Presiden Rodrigo Duterte. Foto oleh Diego Batra/Rappler

PENYAMBUTAN DUTERTE. Pasukan pengamanan Presiden disiapkan untuk menyambut dan memberi penghormatan bagi Presiden Rodrigo Duterte pada Kamis malam, 8 September. Foto oleh Diego Batara/Rappler



PENYAMBUTAN DUTERTE. Pasukan pengamanan Presiden disiapkan untuk menyambut dan memberi penghormatan bagi Presiden Rodrigo Duterte pada Kamis malam, 8 September. Foto oleh Diego Batara/Rappler
DUTERTE TIBA DI JAKARTA. Pesawat maskapai Philippine Air yang dicharter oleh Presiden Rodrigo Duterte tiba di Bandara Halim pada Kamis malam, 8 September. Foto oleh Diego Batara/Rappler



DUTERTE TIBA DI JAKARTA. Pesawat maskapai Philippine Air yang dicharter oleh Presiden Rodrigo Duterte tiba di Bandara Halim pada Kamis malam, 8 September. Foto oleh Diego Batara/Rappler
TURUN DARI PESAWAT. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte didampingi Dirjen Protokoler Kementerian Luar Negeri, Andri Hadi, turun dari pesawat maskapai Philippine Air. Foto oleh Diego Batara/Rappler



TURUN DARI PESAWAT. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte didampingi Dirjen Protokoler Kementerian Luar Negeri, Andri Hadi, turun dari pesawat maskapai Philippine Air. Foto oleh Diego Batara/Rappler
KUNJUNGI INDONESIA. Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi secara bilateral oleh Rodrigo Duterte usai dilantik menjadi Presiden pada bulan Juni lalu. Foto oleh Diego Batara/Rappler



KUNJUNGI INDONESIA. Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi secara bilateral oleh Rodrigo Duterte usai dilantik menjadi Presiden pada bulan Juni lalu. Foto oleh Diego Batara/Rappler
TIBA DI INDONESIA. Usai tiba di Bandara Halim, Presiden Rodrigo Duterte (sebelah kiri) tidak langsung bertolak ke mobil. Melainkan, dia menyempatkan diri untuk berdialog dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly di ruang tunggu VVIP. Foto oleh Diego Batara/Rappler



TIBA DI INDONESIA. Usai tiba di Bandara Halim, Presiden Rodrigo Duterte (sebelah kiri) tidak langsung bertolak ke mobil. Melainkan, dia menyempatkan diri untuk berdialog dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly di ruang tunggu VVIP. Foto oleh Diego Batara/Rappler
KUNJUNGI JAKARTA. Menteri Hukum dan HAM, Andri Hadi serta Dirjen Protokol Kemlu, Andri Hadi mengantar Presiden Rodrigo Duterte ke mobil kepresidenan yang telah disiapkan di luar area ruang tunggu VVIP. Foto oleh Diego Batara/Rappler



KUNJUNGI JAKARTA. Menteri Hukum dan HAM, Andri Hadi serta Dirjen Protokol Kemlu, Andri Hadi mengantar Presiden Rodrigo Duterte ke mobil kepresidenan yang telah disiapkan di luar area ruang tunggu VVIP. Foto oleh Diego Batara

Abdul Kadir
Sumber : http://www.rappler.com/indonesia/145660-foto-presiden-duterte-tiba-indonesia 

Minggu, 28 Agustus 2016

Jemaat Panik Bom Ditemukan di Gereja Stasi Santo Yosep Medan

Medan.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Puluhan personel Polresta Medan dan Brimob Polda Sumut menutup sementara Jalan Dr Mansyur, Minggu (28/8/2016) pagi. 

Penutupan berlangsung sekitar 30 menit karena ditemukannya bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep.

Berdasarkan pengamatan Tribun Medan (Tribunnews.com Network), Jalan Dr Mansyur tepat di depan Kolam Renang Selayang ditutup hingga ke arah persimpangan Jalan Dr Mansyur-Jalan Setia Budi.

Selain itu, seluruh kendaraan roda dua maupun roda empat yang menuju ke kawasan Jalan Dr Mansyur dialihkan.

Oleh sebab itu, kemacetan mengular di kawasan Dr Mansyur, seperti di depan pintu empat USU.

Arus lalu lintas dibuka, setelah tim penjinak bom membawa benda diduga bom ke luar pelataran gereja untuk diledakkan. Bahkan, beberapa mobil polisi berseliweran keluar masuk gereja.

Seorang jemaah gereja, Taufan mengatakan, ketika Pastor Albert S Pandingan ingin berkhotbah di atas mimbar, tiba-tiba seorang pemuda menghampiri pastor.

"Kejadiannya sekitar pukul 08.30 WIB. Ketika pastor berjalan menuju mimbar seorang pemuda datang mengejar. Saya melihat pria itu memegang pisau dapur dan diduga bom 
rakitan," katanya di seputaran gereja.

Melihat adanya pemuda yang mendekat, pastor Albert lari menjauh dari pemuda tersebut. 
Alhasil, jemaah gereja panik berhamburan dan melapor kepada polisi.

"Ada pula yang berupaya mengevaluasi pastor. Saya tidak tahu lagi bagaimana karena kami lari semua. Saya gendong anak untuk menjauh," ungkapnya.

Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2016/08/28/jemaah-panik-saat-ditemukan-bom-di-gereja-stasi-santo-yosep-medan 

Ahok dan Yusril Dikenal Berseteru di Media, Lihat Keakrabannya Saat Bertemu

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terlihat akrab saat bertemu dengan Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra.

Dua tokoh yang sama-sama lahir Manggar, Belitung Timur kerap beradu argumen di media. Tapi perseteruan keduanya, tidak terlihat begitu saling bertatap muka.

Seperti halnya saat Ahok dan Yusril menghadiri acara halal bi halal dan silaturahmi masyarakat Belitung 1437 Hijriyah di Gedung Rimbawa II, Manggala Wanabakti, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (28/8/2016).

Saat Ahok memberikan kata sambutan, Yusril belum tiba. Ahok yang mengenakan batik cokelat mengatakan sengaja berlama-lama berbicara di depan seratusan warga Belitung demi menunggu Yusril.

"Ini aku sengaja ngomong lama, supaya nunggu Bang Yusril ini. Eh belum datang-datang. Aku ada pegawai orang bugis nikah, jadi tak bisa lama-lama," ucap Ahok.

Seusai bersalaman dengan beberapa pejabat Belitung, seperti Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi, Bupati Belitung Sahani Saleh, dan Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza Mahendra, Ahok meninggalkan ruangan.

Dia sempat bersebelahan dengan Yusril, yang rupanya baru tiba berkisar pukul 11.00. Keduanya bertegur sapa, mengumbar senyuman dan berjabat tangan. Warga Belitung yang melihat keduanya akrab berteriak, "Alhamdulillah Ya Allah," ucap para warga.

Kemudian, Ahok membisiki Yusril yang pada acara ini mengenakan baju kokoh biru muda dan peci hitam. Ahok meminta izin agar meninggalkan acara lebih cepat. Pasalnya, ada seorang pegawainya yang nikahan.

"Aku nunggu dari tadi," ujar Ahok kepada Yusril seraya tersenyum.
Yusril yang tahu Ahok akan meninggalkan acara, mengambil ponsel pintarnya. Yusril meminta seorang asistennya untuk mengambil momen pertemuan keduanya.

"Kebalik tuh (kameranya)," ucap Ahok. Warga yang melihat keduanya akrab mengatakan, "Ini bersejarah ini," teriak warga.

Setelah berfoto, Ahok pamit meninggalkan acara, "Aku balik dulu bang," kata Ahok. Yang disambut anggukan kepala oleh Yusril seraya memasuki ruangan acara.


 Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/08/28/ahok-dan-yusril-dikenal-berseteru-di-media-lihat-keakrabannya-saat-bertemu