Jumat, 31 Juli 2015

Target Polda Metro Jaya, Selesaikan Kasus Dwelling Time dalam 4 Bulan

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian, menargetkan dalam waktu empat bulan mengungkap kasus dugaan suap proses 'dwelling time' peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.
"Kami punya target kasus seperti ini bisa ditangani 120 hari atau 4 bulan. Jadi, kami mempunyai waktu 4 bulan dalam menyelesaikan kasus ini, Termasuk pengembangannya," ujar Irjen Pol Tito Karnavian ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jumat (31/7/2015).
Presiden Joko Widodo menaruh perhatian terhadap proses dwelling time (waktu tunggu kontainer di pelabuhan) peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok.
Jokowi melihat ada kontainer-kontainer banyak bertumpuk dan adadwelling time atau waktu tunggu kontainer. Apabila dibiarkan ini, maka dapat menganggu perekonomian Indonesia.
Setelah menerima laporan tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian menginstruksikan kepada jajaran melakukan penyelidikan. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Hengki Haryadi menjelaskan ada permasalahan sistem di tempat itu.
Dia menjelaskan, ada sistem satu atap yang berada di 18 kementerian. Sistem yang seharusnya ada perwakilan di Pelabuhan Tanjung Priok, tetapi kenyataan di lapangan tidak begitu efektif.
Selain sistem tidak efektif, kata Irjen Pol Tito Karnavian, dia mendapat informasi, ada oknum-oknum yang memanfaatkan untuk meminta uang. Ada yang meminta uang agar izin bisa lebih cepat.

Praktik ilegal tersebut melibatkan beberapa calo kemudian ada beberapa pengusaha yang sudah tahu bisa dibayar, sengaja dia barangnya masuk dulu, setelah itu barang masuk dulu baru di bayar harusnya tidak boleh.
Polda Metro Jaya telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap proses 'dwelling time' peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Empat orang tersangka tersebut berinisial MU, ME, IM, dan PP.
Dua tersangka MU dan ME ditahan di rumah tahanan Mapolda Metro Jaya. Sementara posisi satu tersangka lainnya, yakni IM, masih berda di luar negeri. Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Interpol membawa pulang tersangka IM.
Sementara PP, mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan telah berstatus tersangka, namun belum dilakukan penahanan. Irjen Pol Tito Karnavian beralasan penahanan belum dilakukan karena masih dicari alat bukti.

Abdul Kadir

Gelar Nobar Piala Dunia 2014, Sejumlah Pemilih Hotel dan Villa Digugat Miliaran

Denpasar.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Kasus pelaporan PT Nonbar terhadap beberapa pemilik hotel, villa dan restaurant terkait siaran Piala Dunia 2014 sudah masuk ke ranah pengadilan dan bahkan sudah putusan.
Satu dari beberapa pemilik atau perusahaan jasa akomodasi pariwisata yang disomasi dan telah menjalani sidang pengadilan adalah I Gusti Putu Wisesa, pemilik Hotel Alila Villas Soori di Tabanan.
Ditemui, Jumat (31/7/2015) di Denpasar, I Gusti Putu Wisesa menuturkan, usai penyelenggaraan piala dunia, seorang stafnya di telpon oleh pihak PT Nonbar dan meminta menyelesaikan pembayaran siaran sebesar Rp 100 juta.
Kemudian berselang beberapa hari, pihak PT Nonbar kembali menelpon dan meminta bayaran tersebut kepada I Gusti Putu Wisesa.
Karena tidak mau membayar, PT Nonbar melalui pengacaranya pun menyelesaikan persoalan ini lewat jalur hukum hukum
“Pihak PT Nonbar minta ke kami membayar royalti siaran Piala Dunia Brazil 2014 besarannya 100 juta, tapi saya tolak. Alasan saya menolak, karena saya tidak punya kewajiban utang piutang dan tidak ada surat perjanjian PT Nonbar dengan saya, jadi saya tidak mau membayar,” jelasnya.
Kemudian, PT Nonbar pun melaporkan Putu Wisesa ke Polda Bali, dan ia pun di panggil untuk dilakukan pemeriksaan terkait laporan tersebut.

Abdul Kadir

Senin, 27 Juli 2015

Kapolres Tolikara Dimutasi ke Polda Papua

Papua.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Setelah insiden penyerangan terhadap umat Muslim di Karubaga, Tolikara, Papua, Jumat (17/7/2015) lalu, Kapolres Tolikara AKBP Suroso dimutasi dan digantikan AKBP Musa Korwa.
AKBP Suroso dimutasi ke Inspektorat Polda Papua. Acara ‎serah terima jabatan berlangsung di aula Rastra Samara Polda Papua yang dipimpin oleh Wakil Kapolda Papua, Brigjen Rudolf Roja.
Ka‎bareskrim Komjen Budi Waseso membenarkan soal mutasi Kapolres Tolikara. "Benar, hari ini dilakukan sertijabnya. Mungkin ada penilaian dari pimpinannya, yaitu Pak Kapoldanya," tegas Budi di Bareskrim, Senin (27/6/2015).
Budi menambahkan mungkin ada penilaian tersendiri dari pimpinan terhadap Kapolres Tolikara hingga akhirnya dimutasi.
"Saya kira pastinya ‎tidak asal copot, karena ada penilaian internal dalam prosesnya. Mungkin itu karena pengambilan-pengambilan keputusan bisa saja ada keteledoran ada kesalahan-kesalahan sehingga muncul insiden kemarin," tambahnya.

Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2015/07/27/kapolres-tolikara-dimutasi-ke-polda-papua

Pantai Malin Kundang, Sumbar, Tanpa Pengelola, Banyak Sampah Berserakan

Padang.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Sebagai objek wisata yang berpotensi menarik banyak pengunjung, pantai harus bersih dan terbebas dari sampah.
Sayangnya, "syarat" ini tidak ada di Pantai Air Manis atau yang dikenal dengan Pantai Malin Kundang, Sumatera Barat.
Pantai Air Manis adalah salah satu objek wisata ternama di provinsi Sumatera Barat, namun sangat disayangkan keadaan pantai ini tidak semanis namanya.
Pengelolaan yang tidak teratur dari segala sisinya bisa ditemukan di sini.
Mulai dari 2 kilometer sebelum memasuki area pantai para calon pengunjung telah "disuguhi" lebih dari 4 kali anak-anak yang meminta uang di pinggir jalan.
Dengan menggunakan kardus bekas mereka menginformasikan berapa jauh lagi perjalanan yang harus ditempuh menuju pantai sambil meminta uang seikhlasnya.
Begitu memasuki arena perhelatan pantai pengunjung akan diberi kebebasan sebebas-bebasnya. Mulai dari bebas parkir hingga bebas membuang sampah di mana saja.

Bebas parkir disini maksudnya adalah pengunjung yang membawa kendaraan bebas memarkir kendaraannya di mana saja. Bahkan hingga ke bibir pantai. Bebas. Asal bersiap saja jika mobil harus tergulung ombak.
Tidak terlihat adanya pengelola parkir di pantai ini. Semua pengunjung bebas berhenti dan parkir di mana saja.
"Kebebasan" yang kedua adalah bebas membuang sampah di mana saja. Pengunjung yang hadir di sana, begitu mengijakkan kaki di bibir pantai akan langsung disuguhkan pemandangan sampah yang amat banyak dan berserakan.
Mulai dari sampah plastik hingga sampah sisa makanan.
Jika pengunjung kelaparan dan kehausan di sini jangan khawatir karena para penjaja makanan dan minuman amat mudah ditemukan di sini.
Tapi jangan coba-coba mencari seonggok tempat atau tong sampah karena untuk bisa menemukannya sulitnya minta ampun!
Baiklah, tempat sampah mungkin tidak ada yang peduli untuk menyediakan maka gerakan dan budaya bebas membuang sampah di pantai legendaris ini telah menjadi hal yang amat biasa.

Sebilah papan yang bertuliskan “dilarang membuang sampah sembarangan” pun tidak dapat saya temukan.
Saya sebagai pelancong dari Jakarta dan sebagai pengagum budaya Sumatera Barat amat miris menyaksikan ini semua di depan mata. Sangat jauh dari ekspektasi.
Entah mengapa nampaknya tidak ada pengelola yang benar-benar resmi mengurus pantai yang menjadi objek wisata ini sehingga terjadi berbagai hal-hal negatif di sekitarnya.
Bayangkan, jika Pantai Air Manis ini benar-benar manis dari segala sisinya, bukan tidak mungkin akan semakin banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung.
Artinya, pendapatan daerah pun akan meningkat melalui penataan objek wisata yang maksimal baiknya.
Abdul Kadir

Minggu, 26 Juli 2015

Satu Orang Kena Anak Panah Saat Tawuran di Johar Baru, Warga Takut Keluar

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE



Tawuran antar warga di Johar Baru, Jakarta Pusat, kembali terjadi petang ini. Akibatnya satu orang menjadi korban terkena anak panah.

Kejadian itu membuat warga pun menjadi tak bisa keluar dari kampungnya. Mereka takut apabila tawuran kembali memanas.

Peristiwa Minggu petang ini merupakan lanjutan dari tawuran beberapa waktu lalu. Namun kini bukan hanya melibatkan warga Kampung Rawa dan warga Kampung Tanah Tinggi tapi juga warga-warga sekitarnya.

"Temen-temen pemuda dari kampung lain pada ikut-ikutan, anak-anak tongkrongan jadi rame sekarang banyak yang ikut," ujar warga Kampung Rawa, Ade Kurniawan dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (26/7/2015).

Jarak antara Kampung Rawa dan Kampung Tanah Tinggi dipisahkan dengan Jembatan Besi, dekat dengan masjid. Meski petugas kepolisian telah berjaga di sekitar lokasi, pintu gerbang Kampung Rawa telah ditutup untuk menghindari serangan.

"Tadi saya lihat ada satu orang yang kena anak panah. Nggak tahu dari mana, abisnya ini pada dari mana-mana pada ikut-ikutan. Terus banyak yang pada berdarah, kebanyakan pada kena pecahan botol," kata Ade.

"Udah agak sedikit reda sekarang. Tapi dari Kampung Rawa masih waspada, soalnya orang-orang dari seberang Jembatan Besi masih ngelemparin botol. Sekarang pintu gerbangnya yang dari besi ditutup pake papan. Terus lampu dipadamkan," sambungnya.

Ade sendiri mengaku tidak mengetahui kelanjutan nasib dari korban yang terkena anak panah. Namun yang jelas menurutnya saat ini warga Kampung Rawa tak bisa keluar dari kompleks. Mereka juga takut akan menjadi sasaran dari warga kampung tetangga.

"Polisi tetep ada jaga-jaga. Orang-orang pada nggak bisa keluar takut kena lemparan botol, apalagi gelap gitu kan," tutupnya. 

Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/berita/2975470/satu-orang-kena-anak-panah-saat-tawuran-di-johar-baru-warga-takut-keluar

Sabtu, 25 Juli 2015

Kebakaran Hanguskan 136 Kios di Pasar Inpres Subang

Subang.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Sebanyak 136 kios di Pasar Inpres, Kecamatan Pagaden, Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden, Subang, Jawa Barat hangus dilalap si jago merah, Sabtu, (25/7/2015), sekitar pukul 20.30 WIB malam.
Kepala Polres Subang, AKBP Agus Nurpatria mengatakan pihaknya mendapat informasi dari warga sekitar terkait insiden tersebut.
"Kami langsung koordinasi dengan petugas pemadam, secepatnya kami menuju TKP," kata Agus melalui siaran persnya, Minggu, (26/7/2015) dini hari.
Api sudah berkobar ketika petugas pemadam kebakaran tiba di TKP.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengatasi kobaran api.
"Api berkobar di blok B menjalar ke kios-kios di sekitarnya. Petugas pemadam sempat kesulitan memadamkan api, sehingga api semakin menjalar ke blok-blok lainnya yaitu blok A, C, D, E serta P," katanya.
Menurut catatan kepolisian jumlah kios yang terbakar dari blok A hingga blok E tak kurang dari 100 unit kios.


Abdul Kadir

Selasa, 21 Juli 2015

Puncak Arus Balik di Bakauheni Diprediksi Mulai Petang ini

Bakauheni.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Kondisi arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung terpantau masih normal. Kendati demikian, suasana di pelabuhan terpantau mulai ramai. Gelombang arus balik pemudik diprediksi bermula sejak petang ini hingga mencapai puncaknya pada Selasa pekan ini.

Dari pantauan CNN Indonesia di posko lebaran Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) di Kementerian Perhubungan, melalui kamera pemantau terlihat antrean kendaraan di pintu tol menuju pelabuhan mulai terjadi, namun tak seberapa panjang. 

Berdasarkan data dari pihak ASDP, peningkatan arus balik sudah terjadi sejak kemarin. Pada H 1 lebaran tersebut, penumpang yang berangkat ke Pelabuhan Merak dari Bakauheni mencapai 63.396 orang. (Baca juga: Puncak Arus Balik di Tol Cipali Diprediksi Besok)


Petugas posko lebaran ASDP di Kementerian Perhubungan Yaya A. Malik mengatakan prediksi puncak arus balik di Bakauheni menuju Merak akan terjadi hari ini sampai besok hari. 

Data yang dihimpun ASDP sampai jam 08.00 WIB mencatat, sebanyak 21.346 orang telah menyeberang dari Bakauheni menuju Merak. Sementara untuk jumlah kendaraan roda dua mencapai 3.794 kendaraan dan roda 4 sebabyak 1.882 kendaraan. 

Arus Balik di Tanjung Priok

Untuk kondisi di Pelabuhan Merak sendiri, saat ini masih terpantau lancar dengan cuaca cerah. Berbeda dengan Bakauheni yang diperkirakan akan padat pada esok hari, arus balik Pelabuhan Tanjung Priok akan padat pada 22-23 Juli 2015. (Baca juga: Tol Cipali, Kemudahan yang Terkesan Dipaksakan)
"Kalau informasi dari Tanjung Priok, prediksi tanggal 22 Juli dan 23 Juli. Karena kedatangan dua kapal besar dari timur," kata Kepala Posko Dirjen Perhubungan Laut di Pusat Koordinasi Monitoring Angkutan Lebaran, Jakarta, Senin (20/7). 

Kapal tersebut diperkirakan akan membawa penumpang dengan jumlah masing-masing hampir 3 ribu orang. Selain itu, kepadatan penunpang juga diperkirakan akan bertambah karena pemudik pada program mudik gratis dari Pelni juga akan kembali pada hari Rabu (22/7) dan kapal TNI AL. 

Kapal Dobonsolo milik Pelni yang akan bersandar pada 22 Juli diperkirakan akan mengangkut 1.116 sepeda motor dengan jumlah penumpang sebanyak 2.426 orang. Sednagkan untuk kapal milik TNI AL diperkirakan akan membawa 264 sepeda motor dengan jumlah penumpang sebanyak 1.519 orang. 

Sementara untuk saat ini Pelabuhan Tanjung Priok masih terpantau sepi. Suasana pelabuhan terlihat kosong. Hal ini disebabkan karena hari ini hanya ada satu kapal yang berangkat dari Tanjung Priok menuju Surabaya pada pukul 13.00.


Abdul Kadir
Sumber : http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150720164658-20-67313/puncak-arus-balik-di-bakauheni-diprediksi-mulai-petang-ini/#