Jumat, 15 Januari 2016

Keluarga Terduga Pelaku dari Tegal Datangi RS Polri

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Seorang keluarga diduga pelaku mendatangi RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk memverifikasi seorang jenazah ledakan di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).
"Ada keluarga yang mengaku datang dari Tegal untuk mencocokkan DNA, tapi belum tentu cocok atau tidaknya," ujar seorang petugas RS Kramat Jati yang enggan disebutkan namanya di Pos Ante Mortem, RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (16/1/2016).
Menurut keterangan dari petugas, pihak keluarga yang datang, merasa mereka adalah keluarga dari pelaku yang fotonya beredar. Orang yang dimaksud tak kunjung datang di rumah.
Keluarga pelaku datang pada dinihari tadi bersama anggota PolresTegal, "Mengaku datang untuk mencocokkan DNA dari salah satu di duga pelaku," imbuhnya.
Menurut informasi yang dihimpun, keluarga belum mencocokkan DNA, karena pihak keluarga belum bertemu dengan tim dokter forensik di RS Polri.
Sebelumnya, sebanyak tujuh orang meninggal dunia, terdiri dari dua warga sipil dan lima terduga teroris. Sedangkan 26 orang menderita luka sehingga harus diberi perawatan di rumah sakit.
Sampai saat ini, 26 korban menderita luka, tujuh diantaranya sudah diizinkan pulang. Mereka menderita luka ringan.

Abdul Kadir

Kamis, 14 Januari 2016

Berita Terbaru Hari Ini : Ledakan Bom Di Pos Polisi Sarinah Thamrin, Jakarta Terdengar Sampai Kantor Sinarmas

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE



Berita Terbaru hari Ini Bom Meledak Di Pos Polisi Sarinah, Thamrin Jakarta Pusat. Bom yang di duga sebagai Bom bunuh diri itu menggoncang di beberapa titik di perempatan Sarinah Jakarta, dan lebih tepatnya di depan pos polisi.

Sampai berita ini di terbitkan kerusakan terjadi di pos polisi yang berada di perempatan Sarinah Jakarta, ledakan terjadi di pos polisi Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis, 14 Januari 2015 pada pukul 10.50 WIB. Dan terpantau dari tempat kejadian jika sampai saat ini debu dan asap masih menyelimuti wilyah ledakan tersebut.

Sementara itu para petugas dari Mabes Polri berdatangan untuk menetralisir tempat kejadian, dan meminimalisir kiranya masih ada bom lagi yang akan meledak, dan menurut saksi yang dapat kami hubungi mengatakan jika ledakan yang terjadi sangat membuat warga yang beaktifitas di sekitar wilayah berhamburan keluar gedung.

“Ledakan yang terjadi di tempat kejadian sangat keras sekali, banyak warga berhamburan keluar, samspai karyawan Sinarmas juga pada keluar gedung karena kaget mendengar ledakan tersebut.” kata Nova kepada wartawan di tempat kejadian, Jakarta. Kamis (14/1/2016)

Dan kabar ledakan Bom tersebut juga di benarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, 
Kombes Pol Mohammad Iqbal membenarkan adanya ledakan tersebut.

“Ya benar ada ledakan. Tim sedang meluncur ke sana,” kata Iqbal kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Abdul Kadir
Sumber : http://www.indoberita.com/2016/01/34751/berita-terbaru-hari-ini-beberapa-ledakan-bom-di-pos-polisi-sarinah-thamrin-jakarta-terdengar-samspai-kantor-sinarmas/

Rabu, 13 Januari 2016

Pembongkaran Makam Allya, Ratusan Polisi Penuhi TPU Tanah Kusir

Jakarta Selatan.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Polda Metro Jaya melakukan pembongkaran makam Allya Siska Nadya (33) yang diduga menjadi korban malapraktik. Ratusan polisi melakukan penjagaan ketat agar proses autopsi berjalan secara lancar.

Berdasarkan pantauan, ratusan anggota Polda Metro Jaya baru saja melakukan apel di TPU Tanah Kusir. Usai apel, ratusan polisi itu menyebar di sejumlah titik masuk TPU Tanah Kusir yang menuju komplek pemakaman Blok A1, Tanah Kusir itu.

Mereka menyebar untuk melakukan pengamanan guna kelancaran proses autopsi yang dilakukan oleh Tim Forensik Polda Metro Jaya pada jasad Allya yang telah terkubur selama lima bulan itu. (Baca: Dugaan Malapraktik, Polisi Akan Bongkar MAkam Allya)

Ratusan anggota polisi itu berjaga untuk menghalau orang-orang yang hendak memasuki makam Blok A1, khususnya menghalau serbuan wartawan yang hendak meliput jalannya proses autopsi. Wartawan hanya diperkenankan melihat dari jarak belasan meter dari makam Allya.

Selain pihak kepolisian, pihak keluarga Allya, khususnya ibu dan ayahnya telah hadir di pemakaman untuk menyaksikan jalannya proses autopsi.


Abdul Kadir
Sumber :  http://metro.sindonews.com/read/1076553/170/pembongkaran-makam-allya-ratusan-polisi-penuhi-tpu-tanah-kusir-1452648925

Polisi diminta berhati-hati dalam menangani 'kasus Gafatar'

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


 
Keluarga orang-orang yang diduga 'hilang' karena terkait organisasi masyarakat Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) meminta polisi bergerak cepat untuk mencari keluarga mereka.
Namun demikian, seorang pengamat meminta polisi bersikap hati-hati dalam menangani kasus ini, karena belum tentu mereka bergabung ke Gafatar lantaran dipaksa.
Adapun kepolisian masih mendalami keberadaan serta tujuan ormas Gafatar, kata Kepala divisi humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan, Selasa (12/01) pagi.
Organisasi Gafatar, yang didirikan pada 2012, menjadi sorotan masyarakat setelah ada kasus hilangnya seorang ibu bernama Rica dan anaknya, 30 Desember lalu.
Dan Senin (11/02), polisi mengatakan telah menemukan dokter Rica Tri Handayani dan anak balitanya di Kalimantan Tengah, Pangkalan Bun.
Walaupun masih menyelidiki latar belakang kasus ini, temuan sementara kepolisian menyebutkan Rica adalah 'bekas aktivis Gafatar'.

Kebebasan mengikuti ajaran

Pengamat Islam dan staf pengajar di Universitas Paramadina, Jakarta, Budhy Munawar Rahman, mengatakan polisi tidak bisa menjadikan fatwa Majelis Ulama Indonesia, MUI yang menyatakan satu ajaran sesat sebagai dasar untuk mengambil tindakan hukum terhadap sebuah kelompok.
“Tak boleh begitu mudah memberi penilaian bahwa kelompok ini sudah melakukan tindakan kriminal. Karena di situ ada kebebasan orang untuk mengikuti (ajaran), itu harus jadi bagian dari pertimbangan dan bagian dari HAM,” ujar Budhy kepada BBC Indonesia, Selasa (12/01) petang.
Menurut Budhy, jika keluarga melaporkan bahwa anggota keluarganya meninggalkan rumah karena mengikuti aliran tertentu dan keluarga tidak rela anggotanya ikut aliran tertentu, maka hal itu bukan bagian dari tindakan kriminal.

"Tetapi masalah kompleks dalam keluarga, sehingga belum bisa jadi alasan polisi menganggap bahwa organisasi ini telah melakukan tindakan kriminal," katanya.
Dia kemudian membandingkan dengan organisasi teroris. Menurutnya, karena sudah ada UU terorisme, maka organisasi teroris bisa dituntut, diselidiki, dan diproses hukum.
Namun Budhy tak melihat kelompok Gafatar sebagai kelompok terorisme. "Mungkin bentuknya adalah kelompok kepercayaan eksklusif yang berbeda dengan mainstream (utama)," katanya.
Jika misalnya warga yang hilang memang diculik, lanjutnya, polisi bisa memproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.
“Tapi kalau dia merasa saya tidak diculik, saya merasa dengan kebebasan saya, saya memang mengikuti aliran ini, dan memang keluarga tidak suka dengan pilihan saya, ini memang ranah yang polisi tidak bisa masuk dalam ranah kebebasan individu seperti itu,” tegas Budhy mengingatkan,

Polisi masih mendalami Gafatar

Sementara itu, Kabid humas mabes Polri, Irjen Anton Charliyan mengatakan, pihaknya masih mendalami keberadaan dan tujuan ormas Gafatar.
"Tapi apapun juga alasannya, ini sangat berbahaya karena menghancurkan keyakinan yang sudah ada, yang tidak sesuai dengan syariat-syariat agama, agama manapun juga, bukan hanya Islam, Nasrani pun demikian,” kata Anton Charliyan.
Anton juga belum bisa menyebut berapa jumlah orang di Indonesia yang dilaporkan 'hilang' karena terkait Gafatar.

Namun demikian, dia menganalisa, pimpinan Gafatar sedang melakukan konsolidasi untuk mengumpulkan mantan aktivis organisasi tersebut.
"Yang dulu mungkin sudah jauh, diikat kembali, untuk konsolidasi kembali untuk mengadakan gerakan-gerakan mereka," katanya.
Polisi menduga seperti itu didasarkan kasus hilangnya seorang ibu bernama Rica.
“Berdasarkan benang merah, yang sekarang direkrut dari tiga orang ini, Rica itu mantan aktivis Gafatar, dua saudaranya mantan aktivis Gafatar, Ibu DI itu juga mantan aktivis Gafatar, KL itu simpatisan Gafatar," ungkapnya.

Keluarga korban 'hilang' bertambah

Di Yogyakarta, keluarga dari orang-orang 'hilang' yang diindikasi terkait organisasi Gafatar meminta agar polisi bergerak cepat mencari anggota keluarga mereka.
Muhammad Faried Cahyono adalah peneliti di Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian di Universitas Gadjah Mada dan paman dari Diyah Ayu Yulianingsih, yang hilang sejak 11 Desember lalu -dengan membawa anaknya Raina yang masih berusia 2 tahun.

Selain mewaki keluarga Ayu, Faried juga menjadi perwakilan buat dua keluarga lain yang anaknya juga menghilang dan terindikasi terkait gerakan yang sama, yaitu Silvi, seorang mahasiswi UNS dan Adi Kurniawan, ahli pertanian organik.
“Saya tidak bisa bicara buat keluarga yang lain, tapi faktanya banyak sekali keluarga-keluarga lain yang tidak melaporkan ke polisi dan berharap anggota keluarga mereka kembali,” kata Faried.

'Indoktrinasi' secara pelan

Lebih lanjut Faried mengatakan, Ayu pernah mengikuti kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan kelompok Gafatar pada 2006 saat masih menjadi mahasiswa.
Pada 2007 lalu, menurut Faried, keluarga sempat melakukan metode penyembuhan rukyah terhadap Ayu.
“Lewat kerja sosial, indoktrinasi secara pelan, dengan lagu-lagu, dengan (menginap di) asrama, dengan hipno model Romy Rafael, Deddy Corbuzier, itu intens. Ayu ini seperti dicocok hidungnya. Keluarga sempat mengira sudah sembuh anak ini, tapi saat suaminya meninggal 4 bulan lalu, didekati lagi,” tambah Faried.

Perginya Ayu, kata Faried, terencana rapi, karena barang-barang diambil sedikit-sedikit dan keluarga tidak bisa masuk ke rumah. Pada 11 Desember, ketika Ayu tak pulang sampai malam, akhirnya keluarga membuka rumah secara paksa dan dalam kondisi kosong.
Dua hari kemudian muncul SMS panjang yang mengklaim dari Ayu tapi 'bahasanya bukan Ayu' yang mengatakan ingin mencari kehidupan yang lebih baik untuk biaya hidup Reina, anaknya.
“Tapi 'kan kami keluarga berkecukupan, nggak mungkinlah meninggalkan kewajiban menjaga Ayu dan anaknya sepeninggal suaminya,” tambah Faried.

Menyasar anak-anak muda

Dia melihat pola ini identik dengan korban hilang di Temanggung, Magelang, dan dalam kasus Rica. Faried melihat bahwa kelompok ini sengaja menyasar anak-anak muda, terutama mereka yang ahli informatika, pertanian, dan kedokteran.
“MUI sudah memutuskan Gafatar sebagai organisasi yang sesat, mungkin dari sisi HAM, ‘sesat’ itu, ya… tapi organisasi ini sudah nggak benar karena memisahkan anak-anak kami dari keluarga-keluarga yang normal untuk membuat kelompok sendiri. Kok sampai bisa-bisanya mereka mengajak orang pergi, itu apa?” ujar Faried.
Faried melihat bahwa daya tarik kelompok ini bagi anak muda adalah upaya-upaya altruisme membangun masyarakat, dan yang terbaru adalah membangun lahan pertanian dan kehutanan untuk mendukung program ketahanan pangan Presiden Jokowi.
“Pendekatannya beda-beda, untuk anak-anak yang ibadah salatnya rajin, diubah ibadahnya. Kalau anak-anak yang suka logika, main logika, kalau yang nggak bisa ngapa-ngapain, ditawari pekerjaan,” tambah Faried.
Selasa (12/1), dia melapor pada Polda DIY, Muhammadiyah, dan MUI DIY. Menurut Faried, Polda akan menindaklanjuti pihak-pihak yang terkait dengan Gafatar, sementara Muhammadiyah akan membentuk satu tim hukum untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut, dan MUI DIY akan berkoordinasi dengan Polda, mengingat bahwa mereka sudah menyatakan organisasi ini sesat pada 2006 lalu.

MUI: Penistaan agama

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia, MUI, menduga ormas Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) adalah perpanjangan dari organisasi Al-Qiyadah Al-Islamia, pimpinan Ahmed Moshaddeq, yang telah difatwa sesat.
"Pak Moshaddeq waktu itu menganggap dirinya seorang nabi, maka MUI memutuskan bahwa orang ini sudah melakukan penistaan agama," kata Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri, Muhyiddin Junaidi, kepada BBC Indonesia, Selasa (12/01) siang.
Muhyidin Junaidi mengatakan, pihaknya terus mengawasi aktivitas Ahmed Moshaddeq setelah masa hukumannya berakhir.
Pada awal Oktober 2007, MUI telah mengeluarkan fatwa sesat terhadap Al-Qiyadah.

Setahun kemudian, Rabu, 23 April 2008, pimpinan Al-Qiyadah Ahmed Moshaddeq divonis hukuman empat tahun penjara oleh Pengadilan negeri Jakarta Selatan karena terbukti melakukan "perbuatan penodaan agama".
Temuan MUI, lanjutnya, setelah masa hukumannya berakhir, Moshaddeq "membentuk organisasi lain yaitu adalah namanya Abraham religion yang menggabungkan antara Islam, Kristen dan Yahudi".
"Akhirnya dia membentuk organisasi lain dengan nama Gafatar, Gerakan Fajar Nusantara," kata Muhyidin.
Saat ini, imbuhnya, MUI masih mengkaji untuk memastikan apakah Gafatar merupakan penjelmaan Al-Qiyadah Al-Islamiyah.
"Kalau memang Gafatar ini reinkarnasi dari Al-Qiyadah Islamiyah, maka dengan sendirinya dianggap sesat dan menyesatkan," tandasnya.

Siapa sosok Moshaddeq?

Dalam wawancara dengan Tempo (Kamis, 18 Oktober 2007), pemimpin Al-Qiyadah Al-Islamiyah, Ahmad Moshaddeq menolak fatwa MUI tersebut.
“Saya tidak membawa agama baru, saya hanya menggenapkan nubuat Allah dalam Al-Qur'an, seperti halnya Muhammad menggenapkan ajaran Isa dan Musa,” kata Moshaddeq, seperti dikutip Tempo.
Dalam wawancara itu, bekas pensiunan pegawai negeri sipil ini mengatakan, keyakinannya itu "tidak bertentangan dengan ajaran Islam".
Kepada Tempo, Moshaddeq mengaku turut membangun KW-9 Negara Islam Indonesia (NII), tetapi setelah 10 tahun bergabung dengan kelompok itu dia mengaku "tidak membuat dirinya puas" sehingga dia memilih keluar.

Gafatar tegaskan bukan ormas keagamaan

Adapun ormas Gafatar menolak tuduhan bahwa mereka merupakan organisasi keagamaan seperti dituduhkan berbagai kalangan.

“Masalah keagamaan bukanlah menjadi ranah kerja Gafatar. Urusan agama kita serahkan kepada ahlinya dan pribadi masing-masing,” kata Ketua Umum Gafatar, Mahful M. Tumanurung, seperti dimuat dalam situs resmi Gafatar.
Hal itu diutarakan dalam acara Rakernas Gafatar pada 26 Februari 2015 di Balai Sudirman, Jakarta, di hadapan sekitar 3.000 orang anggotanya.
Pada awal Mei 2012, rencana deklarasi pendirian Gafatar cabang Solo dibubarkan oleh sebuah ormas Islam karena dianggap terkait 'aliran sesat'.
Saat itu pimpinan Gafatar Jateng, HS Cakraningrat, menolak tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah. "Dulu kami pernah disusupi, tetapi sudah kami bersihkan," kata Cakraningrat kepada media di Jateng.
BBC Indonesia sudah berupaya menghubungi Gafatar namun masih belum berhasil.


Abdul Kadir
Sumber : http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160112_indonesia_gafatar


Senin, 04 Januari 2016

PDIP akan Dorong Amandemen UUD 1945 Lewat Rakernas

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Di awal tahun 2016 ini, PDIP akan menggelar Rapat Kerja Nasional I yang membahas ide Soekarno membangun Indonesia. Salah satu tujuan dari Rakernas ini adalah untuk mendorong amandemen UU 1945.

Dalam Rakernas ada tiga opsi atas konsep dari tema yang berjudul mewujudkan trisakti dengan Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Opsi pertama adalah perubahan Undang-undang Dasar 1945 yang memberikan kewenangan kembali kepada MPR untuk menyusun dan menetapkan Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Selanjutnya opsi kedua, Rakernas PDIP akan membahas juga tentang perubahan UU nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional dan UU nomor 17 tahun 2007 tentang rencana pembangunan jangka panjang yang disesuaikan dengan konsepsi keseluruhan pembangunan Indonesia, tidak hanya sekadar pemerintah saja.

Opsi terakhir, yaitu perubahan UU nomor 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan, di mana dalam pasal 7 disebutkan bahwa norma TAP MPR itu masih masuk dalam norma hukum. Tetapi sayangnya, di penjelasan pasal 7 UU pembentukan peraturan perundang-undangan dikatakan bahwa TAP MPR yang diakui itu hanya TAP MPR yang menurut TAP MPR nomor 1 tahun 2003 tentang peninjauan status hukum ketetapan MPR dari mulai tahun 1960 sampai 2002 yang masih diakui keberlakuannya. 

"Jadi kalau gak salah ada 11 TAP MPR yang diakui, di luar itu sudah dikunci. Nah bisa juga pasal itu diubah, MPR diberikan kewenangan lagi untuk membuat suatu ketetapan MPR yang mengatur," kata Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah usai diskusi menjelang Rakernas PDIP I, di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (4/1/2016).

Ketiga opsi tersebut akan ditentukan dalam Rakernas. Basarah belum bisa memastikan apakah perubahan UUD, atau revisi ketiga UU di atas dan atau revisi UU P3 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan.

Menurut Basarah, tindak lanjut dari rakernas kalau rekomendasinya adalah mengubah UUD untuk memberikan kewenangan kembali kepada MPR menerapkan dan mensinergikan GBHN, maka diperlukan adanya roadmap politiknya. Roadmapnya adalah mensosialisasikan hal itu tidak hanya kepada fraksi-fraksi DPR, tapi juga seluruh stakeholder karena hal ini menyangkut hukum dasar tertulis Indonesia.

"Sekali lagi, saya belum bisa memutuskan jalan ke mana yang akan dipilih karena masih menunggu keputusan rakernas," tandasnya.

Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/berita/3110569/pdip-akan-dorong-amandemen-uud-1945-lewat-rakernas


Menteri Jonan Dilapori Penumpang Korban Pencurian Porter Bandara Ahmad Yani

Semarang.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Kapolsek Semarang Barat, Kompol Cahyo Widyatmoko, mengatakan pihaknya telah banyak menerima laporan kehilangan barang di bagasi Bandara Ahmad Yani Semarang.
Bahkan, menurut Cahyo, ada korban yang telah melapor ke pihak Menteri Perhubungan Ignasius Jonan terkait kehilangan barang di bagasi pesawat.
"Laporan itu akhirnya kami bekerja sama dengan PT Angkasa Pura untuk mendeteksi pelakunya. Akhirnya kami temukan pelakunya, si Adi (Priyo Adi Wicaksono, red)," kata Cahyo, Senin (4/1/2016).
Polisi menemukan tiga telepon seluler, dua jam tangan merek Rolex dan Gucci, serta tas warna hitam dari tangan Priyo. Baca juga: Pulpen Senjata Andalan Porter Curi Barang Berharga Penumpang Bandara Ahmad Yani
"Dari keterangan pelaku ini ada rekan-rekannya sesama porter yang juga melakukan pencurian. Si A dapat ini, si B dapat ini, semua diakui pelaku," sambung dia.
Keterangan pelaku akan dijadikan acuan Polsek Semarang Barat bersama PT Angkasa Pura untuk mengembangkan sindikat porter spesialis pencuri bagasi penumpang pesawat.
"Kami jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara," kata Cahyo.
Abdul Kadir




Rabu, 30 Desember 2015

Kapolri Jamin Keamanan Natal dan Tahun Baru 2016

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti menjamin perayaan Natal 2015 dan tahun baru 2016 dapat berjalan lancar. Hal tersebut ia sampaikan setelah memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin 2015 di halaman Mapolda Metro Jaya, Rabu, 23 Desember 2015.

"Beraktivitaslah seperti biasa dan lakukan kegiatan ibadah sebagaimana mestinya dan kalau ada yang merayakan akhir tahun, silahkan. Kami akan menjamin keamanannya," kata Badrodin saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 23 Desember 2015.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menyampaikan bahwa polisi memiliki dua jenis kegiatan. "Kegiatan tersebut bersifat terbuka dan tertutup di bawah permukaan, kami memonitoring jaringan mereka (teroris). Sehingga, jika ada langkah-langkah mencurigakan dapat diambil langkah lebih cepat," ujar Badrodin.

Kendati demikian, menurut Badrodin, masih ada ragam kegiatan terorisme yang tidak bisa dimonitor. Untuk itu kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kelompok-kelompok yang mungkin ada di luar.

"Situasi sekarang, kelompok besar-besar sudah kami awasi. Jumlahnya ada sembilan. Bisa saja mereka satu sama lain mengatakan tidak ada hubungan. Tapi sekarang zaman modern di mana koneksi satu sama lain secara perorangan bisa kontak karena ideologinya hampir sama," ujar Badrodin.

Kapolri memimpin apel di Mapolda Metro Jaya. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta para petinggi Polri serta jajaran pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut hadir dalam apel tersebut.

Bertindak sebagai komandan upacara adalah Direktur Polisi Air Polda Metro Jaya Komisaris Besar Makhruzi. Peserta apel adalah anggota polisi semua unsur, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, petugas PMK, dan Orari.

Abdul Kadir
Sumber : http://metro.tempo.co/read/news/2015/12/23/083730217/kapolri-jamin-keamanan-natal-dan-tahun-baru-2016