Senin, 09 Februari 2015

Banjir Mulai Lumpuhkan Jakarta

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Banjir mulai lumpuhkan jalan-jalan di Ibukota Jakarta, pagi ini, Senin 9 Februari 2015. 

Dari pantauan VIVA.co.id melalui twitter resmi Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, genangan banjir terparah terjadi di ruas Jalan Kyai Tapa Grogol, Jakarta Barat, Pacenongan dan Letjen Suprapto.

Genangan air di ruas yang berada tepat di depan kampus Universitas Trisakti mencapai ketinggian hingga 60 sentimeter. Akibatnya, banyak sepeda motor yang mogok saat berusaha menerobos banjir.

Banyak kendaraan yang memilih putar arah, dampaknya arus lalu lintas menuju Jalan Kyai Tapa mengalami kemacetan.

Hal yang sama juga terjadi di ruas Jalan Pacenongan, Jakarta Pusat. Meski ketinggian air tidak seperti di Grogol. Namun, ada beberapa sepeda motor yang juga mogok di ruas ini.

Sedangkan di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, jalur lambat yang berada tepat di seberang Cempaka Mas arah Senen ditutup karena banjir yang terus meninggi. Dampaknya, ribuan kendaraan terjebak dalam antrean panjang.

Abdul Kadir
Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/587375-banjir-mulai-lumpuhkan-jakarta

Minggu, 08 Februari 2015

KPK Belum Berniat Ajukan Praperadilan Terkait Penangkapan Bambang

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto belum berencana mengajukan praperadilan terkait proses penangkapannya oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.
"Sejauh ini KPK memang belum mengajukan permohonan proses praperadilan atas penangkapan saya. Karena kami sedang konsentrasi praperadilan itu (BG) dan sekarang ada pihak ketiga yang mengajukan itu," ucap Bambang.
Bambang mengapresiasi Komnas HAM terkait hasil penyelidikan awal terkait proses penangkapan dirinya. Pekan lalu, Komnas HAM menyebutkan pada kesimpulan awal bahwa Polri diduga melanggar HAM saat menangkap Bambang.
"Saya belum membaca dengan tuntas apa rekomendasinya (Komnas HAM) tetapi sejauh ini KPK memang belum mengajukan permohonan praperadilan atas penangkapan," ucap Bambang.
Atas penyalahgunaan kekuasaan saat penangkapan Bambang oleh Bareskrim Polri, Komnas HAM menyarankan Presiden Joko Widodo segera melakukan remedial kepada Bambang atau pimpinan KPK lainnya.

Abdul Kadir




Gerindra Nilai Kerja Sama dengan Proton Bukan untuk Kembangkan Mobnas

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR Ahmad Muzani menilai kerja sama antara perusahaan otomotif Malaysia dan Indonesia hanya bisa dipandang dalam sisi ekonomi bisnis antar perusahaan. Muzani enggan menyebut kerja sama tersebut sebagai langkah untuk mengembangkan mobil nasional (mobnas). 

"Kalau kerja sama untuk mengembangkan mobnas itu tidak. Karena, sesungguhnya otomotif kita jauh lebih kuat," ujar Muzani saat menghadiri syukuran pembangunan Gedung DPD Gerindra DKI Jakarta, di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2015).[Baca: Jokowi Tunjuk Proton Kembangkan Mobnas Indonesia]

Muzani mengatakan, pengembangan industri otomotif, khususnya mobil nasional di dalam negeri sebenarnya sudah berhasil dan menghasilkan produksi kendaraan yang relatif baik. Namun, kata dia, belum ada pengorganisasian sumber daya manusia, dan basis kekuatan untuk mengembangkan mobnas. 

Muzani kemudian mengkritik pengembangan mobnas Esemka yang pernah didukung oleh Presiden Joko Widodo, yang saat itu masih menjadi Wali Kota Solo. 

"Semestinya yang dilakukan Jokowi pada Esemka bisa dilakukan saat ini, tetapi karena Esemka cuma untuk pencitraan, beda lagi ceritanya," kata dia. [Baca: Jokowi Berawal dari Esemka, Berlabuh di Malaysia]

Meski lebih mengakui kelebihan industri dalam negeri, Muzani mengatakan, yang menjadi masalah bukan karena persoalan sentimen negatif terhadap negara lain. Ia justru mengakui kelebihan Malaysia dalam mengorganisir sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada. 

Seperti diberitakan, produsen mobil nasional Malaysia, Proton, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Adiperkasa Citra Lestari (Adiperkasa) untuk membantu Indonesia belajar membangun, mengembangkan, dan memproduksi mobil nasional (mobnas). 

Penandatanganan MoU itu disaksikan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (6/2/2015). Kehadiran Jokowi mengindikasikan dukungan pengembangan mobnas Indonesia oleh Proton. 

Dalam sebuah pernyataan, Proton mengatakan bahwa kedua perusahaan akan melakukan studi kelayakan dan menjalani kerja sama dalam proyek mobnas di Indonesia. Jika penelitian menunjukkan proyek ini layak, maka perusahaan akan menandatangani perjanjian usaha patungan.

Abdul Kadir
sumber  : http://nasional.kompas.com/read/2015/02/08/17262301/Gerindra.Nilai.Kerja.Sama.dengan.Proton.Bukan.untuk.Kembangkan.Mobnas

Sabtu, 07 Februari 2015

Hiu Paus 6 Ton yang Terperangkap di Kanal PLTU Paiton Masih Remaja

Denpasar.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Hiu paus sepanjang 6 meter yang terperangkap di kanal PLTU Paiton diperkirakan masih remaja. Hiu ini ditaksir memiliki berat sekitar 6 ton. 

"Diperkirakan masih remaja, karena kalau sudah dewasa bisa lebih besar lagi," kata Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar Bapak Ikram M. Sangadji kepada detikcom, Sabtu (7/2/2015). 

Ikram mengatakan, ikan ini diduga terpisah dari kawanannya, karena hewan ini biasanya bergerak secara berkelompok. Hewan ini masuk ke kanal diduga karena mencari makanan berupa plankton. 

"Di kanal itu ada pertemuan antara pasang dan surut sehingga kandungan nutrisinya tinggi. Diperkirakan dia mengikuti arus sehingga masuk ke dalam kanal tersebut," katanya. 

Ikram mengatakan, hiu ini mencari makanan dengan mencari plankton di lautan. Caranya dengan menyaring air laut melalui mulutnya. "Jadi bukan hiu yang memakan ikan," katanya. 

Ikram mengatakan, kawasan Probolinggo merupakan daerah persebaran Hiu Paus. Hiu ini biasanya bergerak dari kawasan ini menuju ke kawasan Surabaya. 

Sementara itu, Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mendapatkan laporan mengenai hiu yang terjebak itu pada 2 Februari lalu. Saat ini hiu berukuran lima meter sampai enam meter ini masih terperangkap di kanal tersebut. Hiu paus merupakan jenis ikan berukuran besar yang statusnya telah dilindungi oleh Kepmen KP 18 Tahun 2013.


Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/read/2015/02/07/175054/2826582/10/hiu-paus-6-ton-yang-terperangkap-di-kanal-pltu-paiton-masih-remaja?9911012

Kernet Kopaja Akui Pernah Beri Pungli di Pos Polisi Bundaran HI

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE





Dari video yang diunggah seorang warga di situs berbagi videoYouTube, terlihat seorang kernet Kopaja P 19 jurusan Blok M - Tanah Abang berlari.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Jumat (6/2/2015), si sopir kemudian meletakkan sesuatu di pos polisi dan Kopaja pun langsung berputar balik di dekat polisi yang sedang berjaga.
Selanjutnya sang kernet berlari lagi menyeberang dan menaruh sesuatu lagi di pot bunga. Kuat dugaan yang diletakkan para kernet adalah sejumlah uang untuk para petugas. Video direkam pada 15 Januari lalu.
Sejumlah kernet Kopaja 19 mengaku pernah membayar pungutan liar (pungli) ke petugas Polisi Lalu Lintas (Polantas) dan Dinas Perhubungan (Dishub) sebesar Rp 10.000.
Hal itu dilakukan agar Kopaja diizinkan memutar balik demi mengejar penumpang yang baru turun dari Stasiun Kereta Sudirman. Namun ada pula yang menyatakan sebaliknya alias tidak mengakui perbuatannya.
"Rp 10.000, jadi sekali putar kasihnya Rp 10.000. Cuma muter doang, kasih sama polisi yang ada disitu aja, sama LLD. Kalau muter di situ ngejar waktu, sewa stasiun Sudirman," ucap salah seorang kernet yang mengaku kerap memberi pungli ke polisi dan Dishub.
"Muter doang, gak kasih. Gak tahu sih video yang di YouTube, saya mah kalau ini jarang narik. Saya gak tahu, asal muter doang," ucap salah seorang kernet yang tidak mengaku memberi pungli ke polisi dan Dishub.
Anehnya, pascamerebaknya kasus pungli, hari ini suasana pos jaga di Bundaran HI tempat para kernet Kopaja 19 memberi uang, sepi dari petugas. Tidak terlihat pula ada Kopaja P 19 yang memutar balik.
Juru bicara Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul, menyatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam. "Tentu ini akan kami dalami. Kemudian tentu, apabila nanti terbukti, kami akan melakukan penindakan kepada oknum polisi tersebut. Dan tentu kita akan kenakan peraturan-peraturan yang ada," ucap Martinus.
"Dan terakhir, tentu kami menyampaikan permohonan maaf kami kepada masyarakat karena masih ada tindakan-rtindakan tidak terpuji dari anggota Polri", pungkasnya.
Saat ini kita hanya bisa menunggu sanksi tegas dari kepolisian dan Dishub jika terbukti anggotanya terlibat dalam aksi pungli di Bundaran HI ini. Jika Jakarta tertib, setidaknya hal itu dapat sedikit mengurangi angka kemacetan di Ibukota. 
Abdul Kadir

Jumat, 06 Februari 2015

Kunjungan Jokowi ke Malaysia Dibayangi Iklan Lecehkan TKI

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Presiden Joko Widodo melakukan perjalanan silaturahmi dan kunjungan kenegaraan ke tiga negara yakni Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina, Kamis-Selasa (5-10/2/2015).
Jokowi akan bertolak hari ini dari bandara Halim Perdanakusumah Jakarta pukul 12.45 WIB dengan menggunakan pesawat kepresidenan Boeing Business Jet 2 didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja.
Kepala Protokol Negara Ahmad Rusdi mengatakan pejabat yang akan mendampingi Presiden yakni Menteri Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri dan Kepala BNP2TKI Nuston Wahid.
“Ini kunjungan silaturahmi bahwa kebiasaan kelaziman seorang kepala negara di lingkungan ASEAN, ketika beliau baru menjabat bersilaturahmi secara resmi mendatangi negara tetangga,” kata Rusdi di Bandara Halim Perdanakusumah, Kamis.
Di Bandara Kuala Lumpur, rombongan Presiden Jokowi disambut PM Malaysia Najib Razak kemudian dilakukan upacara kenegaraan. Kemudian lagu kebangsaan dua negara dikumandangkan.
“Disela itu ada 21 dentuman meriam, setelah itu dimohonkan Presiden melakukan pemeriksaan jajar kehormatan, setelah itu dikumandangkan dua lagu kebangsaan,” jelas Rusdi.
Malam harinya, kata Rusdi, Presiden bersilaturahim dengan yang Di-Pertoan Agong di Istana Negara juga diselenggarakan jamuan santap malam pukul 20.00 waktu setempat.
Kunjungan kenegaraan Presiden ini berlangsung di tengah suasana memanas hubungan kedua negara setelah muncul iklan alat rumah tangga yang merendahkan martabat bangsa Indonesia.
Iklan bertuliskan “Fire Indonesian Maid Now” sudah disikapi oleh KBRI Malaysia. (baca: Iklan Robot di Malaysia Serukan Pecat TKI)
“Itu sudah ada surat protes tentunya kita nunggu surat protes. Nanti kita ketemu dubesnya Pak Herman Prayitno,” kata dia.
Abdul Kadir


Jujuk Srimulat Meninggal di RS Sardjito Yogya

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Dunia lawak kehilangan salah satu pentolannya. Jujuk Juariah wafat di Yogyakarta hari ini.

Jujuk mengembuskan nafas terakhir di Ruang Amarta RS dr Sardjito sekitar pukul 15.10 WIB, Jumat (6/2/2015). Almarhumah dirawat karena penyakit kanker sejak Senin (1/2) lalu.

"Mohon dimaafkan kesalahannya saat beliau masih hidup," tutur menantu Djujuk, Quirinto Endy, ketika dikonfirmasi detikcom.

Jujuk merupakan seniman kelahiran Solo. Pelawak wanita ini wafat di usia 67 tahun. Di Srimulat, ia kerap berperan sebagai ibu rumah tangga.


Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/read/2015/02/06/160550/2825966/10/jujuk-srimulat-meninggal-di-rs-sardjito-yogya