Rabu, 02 April 2014

Pengacara SBY: Tidak Benar Ibas Terima 200 Ribu Dolar AS Terkait Hambalang

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Tuduhan mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum bahwa putra bungsu Presiden SBY yakni Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terima uang 200 ribu dolar AS terkait proyek Hambalang disangkal.
Adalah pengacara keluarga SBY yakni Palmer Situmorang yang memberikan sanggahan atas tuduhan Anas tersebut.
“Tidak benar Ibas menerima dana tersebut. Jika ada bukti terkait hal ini, silahkan serahkan kepada instansi penyidik yang berwenang. Tak pernah ada keragu-raguan sikap dalam menanggapi tuduhan tersebut,” tegas Palmer Situmorang dalam pesan tertulis yang dikirim ke Tribunnews.com, Rabu (2/4/2014).
Palmer juga menyayangkan cara-cara yang dilakukan kuasa hukum Anas Urbaningrum yang mengedepankan upaya publikasi daripada pendekatan hukum. "Dari sisi hukum, pernyataan tersebut sudah memuat tuduhan perbuatan tercela. Hal itu bisa dimaklumi jika tujuannya untuk kepentingan umum dengan cara membuat laporan kepada pihak yang berwajib," lanjut Palmer.
Lebih-lebih lagi pernyataan yang dituduhkan oleh Kuasa Hukum Anas Urbaningrum tersebut tidak ada hubungannya dengan perkara yang sedang disidik KPK saat ini. Hal ini dapat dibuktikan dengan tidak dimasukkannya tuduhan-tuduhan tersebut dalam BAP tersangka AU.
"Anas Urbaningrum perlu berjiwa besar untuk menerima proses hukum yang sedang dijalani terkait kasus korupsi yang membelit dirinya. Publik pun telah dewasa untuk menyaring setiap kebenaran dan kebohongan. Karena itu, percuma kalau tujuannya adalah kampanye negatif," tegas dia.
Sebelumnya, pengacara Anas Urbaningrum yakni Firman Wijaya menyatakan, kliennya telah memberikan keterangan sekaligus fakta penting ke penyidik dalam pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Jumat (28/3/2014). Fakta tersebut, yakni putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, menerima uang 200 ribu Dolar AS di Jalan Ciasem, Jakarta.
"Mas Anas Urbaningrum menyampaikan bahwa Mas Ibas terima uang 200 ribu Dolar Amerika Serikat bertempat di Jalan Ciasem," kata Firman usai mendampingi pemeriksaan Anas.
Menurut Firman, pengakuan tersebut masih terkait dengan rangkaian materi kasus korupsi yang dituduhkan kepada Anas. "Oh.., ini tidak blufing. Ini disampaikan dalam berita acara," tandasnya.

Abdul Kadir
Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2014/04/02/pengacara-sby-tidak-benar-ibas-terima-200-ribu-dolar-as-terkait-hambalang

Selasa, 01 April 2014

Minta perjelas status, guru honorer DKI demo Jokowi

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP)Joko Widodo menerima dukungan dari puluhan guru honorer se-Jakarta. Awalnya mereka datang ke Balai Kota DKI Jakarta untuk menanyakan nasib karier mereka.

"Pak kami dari guru honorer Jakarta datang untuk memberi dukungan kami untuk bapak jadi presiden. Semoga menang pak," kata Koordinator Guru Bantu Elis Sukmawati kepada Jokowi di depan pagar Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (1/4).

Jokowi yang ingin menuju daerah Petogogan, Jakarta Selatan, harus tertunda melihat kehadiran mereka. Dia segera membuka kaca jendelanya, lalu mendengar curhatan Elis yang menanyakan kepastian nasib karir mereka di Jakarta.

Para guru bantu ini berharap agar dapat diangkat sebagai PNS tenaga pengajar di Jakarta. Menanggapi hal tersebut, Jokowi malah kebingungan. "Kok demonya ke sini? Itu kewenangannya ada di MenPAN atau di saya? Di MenPAN itu," kata Jokowi.

Karena bingung, Elis mengalihkan pembicaraannya dengan menyatakan dukungan untuk Jokowimenjadi presiden. Ia mengharapkan, agar Jokowi menang dan menjadi presiden.

"Kami ini bukan berdemo untuk bapak. Kami hanya menyampaikan aspirasi kami. Kami mendukung 100 persen bapak jadi presiden. Kami akan buat petisi untuk mendukung," ujar Elis.

"Hidup Pak Jokowi! Hidup Pak Jokowi!," teriak guru honorer lainnya.

Mereka berdesakan-desakan untuk menjangkau Jokowi yang masih di duduk di dalam mobilnya. "Turun dong pak. Temui kami," teriak salah satu peserta demo.

Akhirnya Jokowi turun dari mobil. Dia meminta stafnya menelepon pihak KemenPAN. Usai menelepon Jokowi menerima sebuah map dari tangan Elis. Map tersebut berisi pernyataan sikap persatuan guru bantu untuk mendukung Jokowi di Pencapresan 2014.

Jokowi terlihat membaca setiap kalimat dalam petisi tersebut lalu mengambilnya. Sambil menyalami pendemo, Jokowi lalu meminta mereka untuk membubarkan diri dan pulang dengan teratur. "Sudah saya terima ya," kata Jokowi.

Setelah itu Jokowi meninggalkan kerumunan pendemo. Selanjutnya para guru bantu ini dikumpulkan di halaman kantor Balai Kota DKI Jakarta untuk mendengar pengarahan dari Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta I Made Karmayoga.

Abdul Kadir
Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/minta-perjelas-status-guru-honorer-dki-demo-jokowi.html

SBY: Cucu Saya Punya Darah Palembang

Palembang.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekaligus Juru Kampanye Utama Partai Demokrat‎, turun di pelataran objek wisata Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Sumatra Selatan Selasa (1/4/2014).
Dalam orasi pembukanya, SBY mengaku senang bisa datang lagi ke Bumi Sriwijaya. SBY pun mengatakan garis keturunan Pelambang mengalir di dalam tubuh cucunya, Airlangga Satriadhi Yudhoyono.
Airlangga Satriadhi Yudhoyono merupakan buah perkawinan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dengan puteri Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa, yaitu Siti Ruby Aliya Radjasa.
"Kota yang penuh kenangan. Cucu saya berdarahPalembang. Mudah-mudahan masa depan Palembang dan Sumsel makin baik," sapa SBY.
SBY pun melanjutkan orasinya bahwa semua pihak ingin Indonesia dan Sumatera Selatan (Sumsel) dan Palembang 5 tahun lagi lebih baik dari sekarang.
Kata dia, kalau selama 10 tahun ini pemerintahan SBY-Boediono dengan dukungan penuh PD telah menghasilkan banyak prestasi dan capaian. "Insya Allah dengan pertolongan Tuhan, dengan kerja keras kita, 5 tahun lagi Indonesia akan lbh baik. Setuju?" Seru SBY dibalas "iya," dari empat puluh ribuan kader dan simpatisan PD.

Abdul Kadir

15 Adegan dalam Rekonstruksi Penembakan AKBP Pamudji

Jakarta.MEDIA INDEPENDE NASIONAL ONLINE


Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penembakan Kepala Detasemen Pelayanan Markas AKBPPamudji oleh Brigadir Susanto di ruang piket Yanma Polda Metro Jaya, Selasa (1/4/2014) sore.
Sedikitnya ada 15 adegan yang diperagakan tersangkaBrigadir Susanto dan para saksi.
Dalam rekonstruksi itu Brigadir Susanto dan para saksi dihadirkan oleh penyidik. Sementara korban diperagakan oleh polisi lainnya yakni Ipda Made anggota Yanma Polda Metro Jaya.
Dari rekonstruksi diketahui Pamudji dihabisi Susanto tepat di depan pintu masuk di ruang piket Yanma dibagian luar. Ini berarti siapapun yang melintas di depan ruang piket Yanma malam itu akan dapat melihat jenasah Pamudji yang bersimbah darah dengan luka tembak di kepalanya.
Panit Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKP Arsya Kadafi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, menyatakan sedikitnya ada 15 adegan dalam rekonstruksi tersebut. "Ada 15 adegan yang diperagakan oleh tersangka dan saksi," ujar Arsya, Selasa sore.
Ia menjelaskan rekontruski yang diperagakan oleh tersangka dan saksi sesuai dengan apa yang tertuang pada berita acara pemeriksaan (BAP). "Adegan sesuai dengan BAP. Dalam Prosesnya ada 15 adegan yang peragakan," katanya.
Menurut Arysa, hasil rekontrusi akan melengkapi berkas perkara dan selanjutnya berkas akan dilemparkan ke pihak kejaksaan. "Isi BAP sudah direkonstruksi dan sudah tergambar secara visual," katanya.
Ia mengatakan Pasal yang dikenakan kepada tersangkaBrigadir Susanto adalah Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.
Menurutnya kondisi Brigadir Susanto saat ini sudah stabil dan memberikan keterangan kepenyidik secara jelas. "Sehingga tersangka pada saat pemeriksaan dan rekonstruski bisa menjelaskan semua dengan baik," katanya.
Dalam rekonstruksi itu tergambar jelas bahwa Brigadir Susanto melakukan penembakan terhadap AKBP Pamudjitepat di depan ruang piket Yanma.
Seperti diketahui Brigadir Susanto awalnya membantah bahwa ia telah menembak atasannya, AKBP Pamudji. Namun, dari hasil keterangan saksi-saksi dan juga hasil uji laboratorium forensik, semua dugaan pelaku mengarah kepada lulusan Tamtama tahun 1995 itu.
Selain itu dalam rekonstruksi saksi berinial SHN menyaksikanBrigadir Susanto mengelap tangannya dengan tangannya sendiri usai menembak Pamudji.
SHN saat itu melintas di depan Piket Yanma usai menembakPamudji.
Ia hanya memandang Susanto tanpa kecurigaan yang berdiri di depan ruang Piket Yanma. SHN juga berpapasan dengan saksi Aiptu D, komandan regu Yanma, yang juga berlari kembali ke ruang Piket Yanma begitu mendengar suara tembakan.
Sebelum penembakan terjadi, Aiptu D berada di ruang Piket Yanma saat itu. Ia juga sempat melihat saat Pamudji menegur Susanto karena tidak mengenakan seragam dinas.
Setelah mendengar bunyi letusan tembakan sebanyak 2 kali, Aiptu D kembali mendatangi ruang Piket Yanma. Ia saat itu melongok ke arah dalam ruang piket yang dibatasi pintu dan jendela berkaca.
Selain dalam rekonstruksi juga terungkap usai menembakPamudji Susanto berlari sambil berteriak bahwa Pamudjibunuh diri.
Sambil berteriak itu, Susanto menghampiri anggota Provost Iptu AMD yang tengah berjalan menuju ke gedung Piket Yanma. Jarak antara Piket Yanma dengan gedung Provost hanya sekitar 30 meter.
Setelah menghampiri anggota Provost Polda Metro Jaya itu, Susanto mengatakan "Kayanma bunuh diri". Mendengar hal itu, AMD pun langsung mengamankan Susanto dan membawanya kembali ke ruang Piket Yanma.
Di sana Pamudji ditemukan tewas bersimbah darah, tepat di depan pintu masuk Ruang Piket Yanma. Darah Pamudjibersimbah di ruangan di dekat pintu tersebut.
Hal lain yang terungkap dalam rekonstruksi adalah Brigadir Susanto sempat menyapa dan memberikan penghormatan kepada Pamudji saat bertemu malam itu. Susanto menyapa dengan kata-kata "Selamat malam komandan,". Saat ituPamudji tengah memeriksa ruang piket Yanma.
Pamudji diperankan oleh Ipda Made anggota Yanma Polda Metro Jaya.
Usai memberi salam, Susanto ditegur oleh Pamudji karena tidak mengenakan seragam dinas lengkapnya.
Pamudji juga mengambil senjata revolver milik Susanto dan menyuruh Pamudji mengenakan seragam dinasnya secara lengkap untuk bertugas malam itu.

Abdul Kadir

Masyarakat Peduli Satinah Doa Bersama di Bundaran HI

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Puluhan orang yang peduli terhadap nasib tenaga kerja Indonesia, Satinah yang terancam hukuman pancung di Arab Saudi menggelar aksi solidaritas di Bundaran Hotel Indonesia, Selasa (1/4/2014). Puluhan orang tersebut berasal dari berbagai latar belakang yakni aktivis, pemuka agama dan artis.
Mereka melakukan doa bersama agar hukuman pancung yang divonis kepada Satinah bisa dibatalkan. "Aksi-aksi seperti ini penting dilakukan untuk menegashka kepada Pemerintah bahwa satu nyawa harus dihormati," kata Anis Hidayah, Direktur Eksekutif Migrant CARE.
Anis menuturkan, pemerintah harus memberikan informasi secara jujur dan transparan mengenai perkembangan kasusSatinah. Menurutnya, pemerintah justru menganggap aksi solidaritas yang digalang masyarakat untuk pembebasanSatinah justru dianggap sebagai sebuah kegaduhan dan menganggu proses pembebasan Satinah.
"Sikap reaksioner pemerintah Indonesia ini menunjukkan bahwa mereka masih sangat konservatif dalam melihat advokasi pembebasan buruh migran Indonesia yang terancam hukuman mati," tuturnya.
Anis menilai, hingga saat ini pemerintah belum memberikan informasi yang jujur dan terbuka mengenai kasus Satinah. Keterbukaan itu belum terlihat mengenai besaran diyat, sumber pendanaan diyat dan perinciannya.
"Di satu sisi pemerintah Indonesia menolak alokasi dana APBN untuk membayar Satinah, tetapi di sisi lain pemerintah membayar diyat 5 juta Riyal untuk menunda eksekusi Satinahdalam dua tahun ke depan," ucapnya.

Abdul Kadir

Ical Tertarik Jadikan Pramono Edhie Cawapres

Makassar.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Ketua Umum Partai Golkar yang juga Calon Presiden Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical memberi sinyal Golkar condong untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat.
Sinyal itu diutarakan Ical ketika ditanyakan soal kedekatannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Ical ketika ditanya soal Megawati lantas balik bertanya kepada wartawan.‬ ‪"Kenapa cuma Mega, kok nggak SBY? SBY sering (bertemu) karena berkawan baik, saya juga di koalisi wakil ketua koalisi," kata Ical di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (1/4/2014).‬
Menurut Ical dia jarang bertemu dengan Megawati. ‪"Kalau Bu Mega jarang, Ya kita lihat bagaimana perkembangannya," katanya.
Ical menegaskan bahwa dirinya banyak bertemu dengan para pimpinan parpol dan lebih banyak memperbincangkan soal UUD 1945 dan soal kedudukan MPR dan ketetanegaraan.‬
‪"Sistem ketatanegaraan harus jelas bahwa kita ini presidensial atau parlementer. Sekarang kan banci, karena di UUD juga tidal tegas," jelasnya.‬
Mengenai keinginan beberapa elite Golkar agar dirinya merangkul Anggota Dewan Pembina Demokrat Pramono Edhie Wibowo sebagai calon wakil Presiden yang akan mendampinginya, Ical meminta agar masyarakat bersabar untuk hal itu sebab Cawpres yang mendampinginya bisa siapa saja dari unsur purnawirawan atau sipil.‬
‪"Saya merangkul gitu bisa sama wartawan juga. Ya kita lihat nanti, bagaimana hasil Pileg baru kita tetapkan posisi partai ke depan," kata Ical.

Abdul Kadir

Penerimaan Brigadir Polri Tahun 2014

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan kesempatan kepada putra-putri WNI yang jujur, disiplin, tanggung jawab, visioner, cerdas, adil dan peduli, untuk dididik menjadi anggota Polri melalui seleksi dan pendidikan pembentukan Brigadir Polri Tahun 2014.

Bagi anda lulusan SMU/MA/SMK semua jurusan, dapat mendaftarkan diri di tempat pendaftaran mulai tanggal 26 Maret s/d 15 April 2014 di Polres setempat. 

Persyaratan secara lengkap silakan hubungi Polres sesuai lokasi tempat tinggal calon pendaftar yaitu: Polres Metro Jakarta Pusat, Polres Metro Jakarta Utara, Polres Metro Jakarta Timur, Polres Metro Jakarta Selatan, Polres Metro Jakarta Barat, Polresta Bekasi Kota, Polresta Bekasi Kabupaten, Polres Metro Tangerang Kota, Polresta Tangerang, Polresta Depok,  dan Polres Kepulauan Seribu.

Abdul Kadir
Sumber : http://humaspoldametrojaya.blogspot.com/2014/04/penerimaan-brigadir-polri-tahun-2014.html