Rabu, 21 Agustus 2013

Kursi Bus Lepas dan Berserakan, Ini Foto Dahsyatnya Kecelakaan di Cisarua

Bogor.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE

Kursi Bus Lepas dan Berserakan, Ini Foto Dahsyatnya Kecelakaan di Cisarua

Rabu, 21 Agustus 2013 | 13.47


Bogor - Bus Giri Indah mengalami kecelakaan di Cisarua, Bogor. Belum diketahui penyebabnya. Ini foto dahsyatnya kecelakaan tersebut.

Posisi bus berwarna putih ini terbalik dan menggantung, Rabu (21/8/2013). Sebagian badannya berada di atas sungai. Sebagian lainnya 'nyantol' di tepi sungai. Bagian atas bus remuk di beberapa bagian.

Air di sungai dangkal dan tak terlalu deras. Terlihat jelas, kursi-kursi bus berwarna biru berada di sungai. Kondisinya berserakan.

Sungai tersebut berada sekitar 7 meter di bawah jalan utama Cisarua. Lebar sungai 3-4 meter. Airnya gemericik. Di selanya bebatuan terlihat menonjol ke permukaan.

Bus itu jadi tontotan ratusan warga. Aparat kepolisian dan TNI serta Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) datang dan mengamankan lokasi. Hingga pukul 12.00 WIB, bus masih belum bisa dievakuasi.

Informasi dari warga dan saksi, sebelum masuk sungai, bus menabrak mobil dan warung. Berdasakan data sementara, 18 orang tewas dan 37 orang terluka dalam kecelakaan tersebut.

Bis Wisata kecelakaan di Puncak, Bogor 18 tewas

Bogor. MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE

Bis Wisata kecelakaan di Puncak, Bogor 18 tewas

Rabu, 21 Agustus 2013 | 13.40


Bus Giri Indah yang mengangkut 60 orang rombongan GKI Kelapa Gading, mengalami kecelakaan di Puncak, Bogor, Rabu (21/8/2013) pagi dan menewaskan 18 orang penumpang. 

Dari informasi yang berhasil dihimpun, bus Giri Indah tersebut tengah melaju dari arah Kota Bunga ke Jakarta. Sebelum masuk ke jurang, bus sempat melewati tikungan tajam dan menabrak sebuah mobil pick-up bermuatan elpiji.
Semua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Sanatorium Cisarua. "Kita fokus pada pendataan korban dan penyelamatan penumpang," ucap Wakapolres Bogor Kompol
Ferry Iriawan, seperti dikutip di TV One .

(Heroe Soelistyanto)

Senin, 19 Agustus 2013

Rusuh, LP Labuhan Ruku Terbakar

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE
Rusuh, LP Labuhan Ruku Terbakar
Puluhan Narapidana Kabur
Senin, 19 Agustus 2013 | 12.34

KONDISI NAPI-Kondisi para narapidana yang berusaha kabur dari LP Labuhan Ruku, Minggu (18/8).

[B]Batubara-andalas[/B] Kerusuhan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Sumatera Utara pascaperistiwa pembakaran LP Tanjung Gusta Medan, kembali terjadi. Namun kali ini, kerusuhan meledak di Lapas  Kelas II A Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara, Minggu (18/8) petang. Akibat kejadian ini, puluhan narapidana berhasil kabur.

Narapidana kabur dengan cara melompat dari dinding pembatas gedung tersebut. Tinggi dinding pembatas kiri-kanan LP Labuhan Ruku, hanya 2,80 meter sehingga saat terjadi kerusuhan dan kebakaran.

Atas kejadian ini, aparat kepolisian dan TNI langsung melakukan pengamanan ekstra di sekitar Lapas dan memburu narapidana yang kabur. Dalam peristiwa ini belum diketahui adanya korban jiwa dari kelompok narapidana dan petugas LP  Labuhan Ruku.

Informasi yang dirangkum wartawan koran ini menyebutkan, kebakaran LP Labuhan Ruku terjadi selah puluhan narapidana yang melakukan kerusuhan di dalam LP. Pemicu kerusahan saat ini masih dalam penyidikan aparat kepolisian.  Namun sejumlah informasi yang berkembang diperoleh wartawan koran ini terkait kerusuhan tersebut.

Disebutkan, kerusuhan itu disinyalir karena  narapidana kecewa dengan rencana penambahan narapidana dari Lapas Lubuk Pakam.  Selain itu ada yang menyebutkan narapidana diduga juga marah karena tidak bisa dibesuk oleh keluargannya, serta terkait adanya dugaan perkelahian antara napi dengan petugas sipir.

Dalam kejadian itu, sejumlah napi yang menjadi warga binaan disinyalir menerobos paksa ke pos pengamanan dan melakukan penyerangan terhadap petugas. Kejadian sekira pukul 17.00 WIB, petugas jaga (sipir) berjumlah enam orang dan ada bantuan keamanan dari Polres sebanyak dua orang.

"Informasi yang saya terima, ada 49 napi pindahan yang kecewa karena tidak bisa dibesuk. Karenanya, mereka memprovokasi napi lain untuk berbuat kerusuhan," kata Kepala Lapas Labuhan  Ruku Sutopo Brutu kepada wartawan Minggu petang.

Berutu seraya mengatakan kebakaran terjadi di ruang KPLP  dan registrasi. Sementara Kabid Humas Polda Sumut Komisaris Besar Heru Prakoso mengatakan, Lapas itu terbakar pada Minggu petang.

Tapi, mobil pemadam kebakaran sudah mulai mendatangi lapas. Begitu juga aparat kepolisian, yang berjaga-jaga agar tak lagi ada narapidana yang kabur pascakebakaran, seperti di Lapas Tanjung Gusta Medan.

Informasi yang diiperoleh menyebutkan sekitar pukul 17.30 WIB api sudah menyala membakar bangunan Lapas yang berada di Desa Pahang, Kecamatan Talawi, Batubara. Upaya pemadaman saat ini masih berlangsung. Ruangan yang hangus terbakar yakni ruang Kepala Pemasyarakatan dan ruangan registrasi Lapas Labuhan Ruku yang berhasil dipadamkan sekira pukul 21.30 WIB.

Pemadaman itu bverhasil setelah sejumlah mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Batu Bara terus melakukan aktifitas pemadaman, secara bergantian. Karena khawatir pasokan air habis, petugas armada kebakaran terpaksa mengambil suplai air dari Kecamatan Tanjung Tiram yang berjarak sekira 8 Kilo meter dari Lapas Labuhan Ruku.

Kapolsek Labuhan Ruku AKP H Matondang melalui telepon genggamnya. yang dihubungi Minggu (18/8) malam membenarkan adanya peristiwa kebakaran di Lapas Labuhan Ruku tersebut.

Namun Perwira di jajaran Polres Batubara tersebut belum dapat memberikan penjelasan mengenai penyebab, tingkat kerusakan dan efek lain yang ditimbulkan akibat kebakaran itu. "Nanti saja pak, kami masih di lapangan," katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Amran Silalahi dihubungi di Medan, Minggu malam mengatakan, belum mengetahui penyebab kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Labuhan Ruku di Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara.

Bahkan, menurut dia, mengenai kerusuhan yang terjadi di Lapas Labuhan Ruku, laporannya baru saja diterimanya dan belum mengetahui perkembangan dan begitu juga narapidana (napi) yang melarikan diri.

"Saya, saat ini masih menunggu laporan kejadian dari Kalapas Labuhan Ruku, dan belum bisa memberikan keterangan secara rinci," ucap dia.

Amran mengatakan, pihaknya malam ini masih terus menghubungi pejabat Lapas Labuhan Ruku.

"Ya, kita tunggu saja laporan mengenai peristiwa kerusuhan di Lapas Labuhan Ruku tersebut," ujar Amran.

Lapas Kelas II A Labuhan Ruku di Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara berjarak lebih kurang 140 Km dari Kota Medan. Data yang diperoleh menyebutkan bahwa Lapas Labuhan Ruku hanya dapat dihuni 251 orang napi, namun saat ini ditempati sebanyak 874 warga binaan dan terjadi kelebihan.

Sampai berita ini diturunkan sekira pukul 24.00 WIB, informasi yang terus berkembang menyebutkan sekira 45 narapidana berhasil kabur. Petugas yang melakukan pengejaran berhasil mengamankan 4 narapidana yang mencoba kabur.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Amran Silalahi ketika dihubungi di Medan, Minggu malam mengatakan napi tersebut melarikan diri dengan cara melompat dari dinding pembatas gedung tersebut.

Sumber : http://harianandalas.com/Berita-Utama/Rusuh-LP-Labuhan-Ruku-Terbakar

Dua Anggota Polisi Ditembak Orang Tidak Dikenal di Pondok Aren

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE

Dua Anggota Polisi Ditembak Orang Tidak Dikenal di Pondok Aren

Senin, 19 Aguetus 2013 | 12.26

Ilustrasi menembak. | Shutterstock

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi menebar teror terus mengintai anggota kepolisian. Pada Jumat (16/8/2013) pukul 22.00 WIB, dua anggota kepolisian ditembak oleh orang tidak dikenal.
Informasi yang dihimpun Tribunnews.com di lapangan, diketahui penembakan terjadi di Jalan Graha Raya, depan Masjid Bani Umar, Kelurahan Prigi Baru, Kecamatan Pondok Aren.
Korban diketahui bernama Aiptu Kus Hendratno dan Bripka Ahmad Maulana, anggota Bimas Polsek Pondok Aren.
Saat ini keduanya dirawat di Rumah Sakit Premier Bintaro.

Brigadir Cahyadi Pakai Kaos Polisi Saat Dikeroyok di Kanal Banjir Timur

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE
Brigadir Cahyadi Pakai Kaos Polisi Saat Dikeroyok di Kanal Banjir Timur
Senin, 19 Agustus 2013 | 21.23

Brigadir Cahyadi Firmansyah (29) - anggota Satuan Lalu lintas Polres Metro Jakarta Timur korban pengeroyokan di sekitar Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur - saat dikeroyok masih mengenakan kaos polisi berwarna coklat.

"Waktu kejadian masih pakai kaos polisi warna coklat, tapi memang tidak seragam lengkap," kata Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Jakarta Timur AKP Agung, Senin (19/8/2013).
Dikatakan, saat itu Cahyadi baru saja pulang dari kantor dan menaiki mobilnya melewati Jalan IPN yang ada di dekat KBT. Saat melintas dia melihat ada orang sempoyongan menggebrak mobilnya.
Korban lalu turun dan kemudian terjadi adu mulut.
Tak lama kemudian datang beberapa pria dan langsung memukuli Cahyadi. Anggota Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur ini sempat dipukul botol. Ketika tersungkur dia langsung diinjak-injak oleh para pelaku pengeroyokan.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius pada mata kiri dan tangan kanan serta mengalami pusing karena dipukul dengan botol minuman.
"Sampai saat ini korban masih dirawat di RS Polri," katanya.
Saat berita ini diturunkan, polisi telah berhasil meringkus satu orang pelaku pengeroyokan.
"Satu dari sembilan pelaku kami amankan dan masih kami periksa untuk mengetahui motif pengeroyokan. Saat ini kami masih mengejar pelaku lainnya," ujar Kapolsek Metro Jatinegara Komisaris Pol. Suminto,
(Heroe Soelistyanto)
Sumber : http://news.detik.com/read/2013/08/19/104602/2333725/10/brigadir-cahyadi-pakai-kaos-polisi-saat-dikeroyok-di-kanal-banjir-timur

Sabtu, 17 Agustus 2013

HUT RI, 7.292 Napi di Jawa Timur Dapat Remisi

Jawa Timur. MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE

HUT RI, 7.292 Napi di Jawa Timur Dapat Remisi
Remisi diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat.

Sabtu, 17 Agustus 2013 | 13.42


Ilustrasi narapidana

VIVAnews -Sebanyak 7.292 narapidana di Rutan Kelas I Medaeng, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur mendapat remisi dari Kementerian Hukum dan HAM Jatim bersamaan peringatan HUT RI ke-68. Remisi diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat.

Remisi ini dibagi menjadi dua yakni remisi umum (RU) I diberikan kepada 6.902 orang narapidana, dan Remisi Umum II diberikan 390 narapidana. Jumlah itu bisa bertambah jika ada usulan remisi umum kepada Kemenhunkam.

Jika diterima, jumlah bisa bertambah 1.476 narapidana yang dibagi menjadi remisi umum I, sebanyak 1.465 orang narapidana, dan remisi umum II sebanyak 11 orang narapidana.
 
"Remisi tidak diberikan cuma-cuma. Remisi diberikan kepada narapidana yang telah lolos syarat administrasi. Di antaranya, berkelakuan baik, tidak dalam hukuman kurungan dan telah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan, serta mengikuti program pembinaan dengan baik," kata Plt. Gubernur Jawa Timur, Rasiyo, Sabtu 18 Agustus 2013.

Berdasarkan UU Nomor 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan, salah satu hak narapidana adalah mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana.

Pemberian remisi bagi narapidana adalah upaya untuk pengintegrasikan narapidana dalam kehidupan masyarakat secara sehat. “Bila telah bebas, sepatutnya mereka diterima oleh masyarakat sekitar," dia melanjutkan.
Sementara, ditanya kondisi Rutan di Jawa Timur, Rasiyo menyebutkan jika rutan dan lembaga pemasayarakatan di Jatim jumlahnya tidak sesuai dengan banyaknya penghuni.
Dikatakan dia, di Jatim terdapat sekitar 36 lembaga pemasyarakatan dan rutan, sementara narapidana berjumlah sekitar 16.611 orang.

"Secara keseluruhan, rutan di Jatim mampu menampung 10.609 orang narapidana. Itu overload dengan jumlah yang ada, 16.611 orang narapidana. Idealnya, rutan itu menampung 500-600 orang narapidana," ujar Rasiyo.

Rasiyo menambahkan, Rutan Medaeng kelebihan kapasitas narapidana sekitar 1.500-1.600 orang. Terkait itu, dia menuturkan akan melakukan pengajuan penambahan pembangunan untuk perluasan rutan. "Tetapi itu perlu proses lama, dan pengajuan kita lakukan," ujarnya.

(Heroe Soelistyanto)

Sumber : http://us.m.news.viva.co.id/news/read/437053-hut-ri--7-292-napi-di-jawa-timur-dapat-remisi

Kisah Getir Pejuang yang Terlupakan

Jakarta. MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE

Kisah Getir Pejuang yang Terlupakan
M Nuh hidup dari belas kasihan para tetangganya.

Sabtu, 17 Agustus 2013 | 13.35


Muhammad Nuh, berkaus biru

VIVAnews - Hari ini, 17 Agustus 2013, masyarakat Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-68 tahun.  Tentu tak ada manis kemerdekaan seperti saat ini tanpamereka yang berjuang melawan penjajahan.

Tapi tak selalu juga apa yang diperjuangkan dinikmati oleh para pejuang. Seorang veteran Muhammad Nuh, Warga Dusun Dalam, Kecamatan Utan sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat ini terpaksa harus hidup dalam penderitaan dan serba kekurangan. Ia tak memiliki apapun.

M.Nuh, adalah pengibar bendera merah putih di Tanah Sumbawa untuk pertama kalinya, ketika Indonesia merdeka. Ia mengibarkan sang saka Merah Putih di tanah Sumbawa, sesaat setelah pembacaan naskah Proklamasi oleh Presiden Soekarno.

Sayangnya, ia tak pernah mendapat perhatian pemerintah setempat. Dalam menjalani hidupnya, ia terpaksa harus meminta- minta. Pakaian yang ia gunakan saat ini adalah pemberian tetangga. Mereka kasihan terhadap nasib yang dialaminya.

Informasi tentang ini, terkuak dari istri-istri para veteran yang ada di Pulau Sumbawa. Mereka mengatakan yang mengetahui sejarah pasti, bagaimana suasana kemerdekaan zaman dulu hanyalah M.Nuh.
Di usianya yang menginjak senja, ia menjalani hidup sendiri. Ia tak memiliki apapun, kecuali pakaian veteran yang digunakan saat melawan kolonial Belanda untuk mempertahankan Indonesia. Seragam itu juga yang ia kenakan, saat ia menaiki tiang bendera di pesangrahan atau istana Belanda saat itu.

Keriput kulit tangan dan gemetar bibirnya terlihat, saat ia menceritakan pengalamannya. Bagaimana dulu perjuangannya di detik-detik proklamasi kemerdekaan, memeluk bendera Merah Putih, dan tanpa sadar ia menangis saat menciumnya.

"Saya naik ke tiang bendera di pesanggrahan saat mendengar Indonesia sudah merdeka" tuturnya.

Kini ia terpaksa harus mengais kehidupan dari belas kasihan tetangganya. Selain makan ia juga menumpang untuk bermalam karena tidak memiliki tempat tinggal.