Senin, 12 Januari 2015

4 Pengunjung Tewas dan 21 Terluka Tertimpa Pohon Tumbang di Kebun Raya Bogor

Bogor.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Sebuah pohon tua berukuran besar di Kebun Raya Bogor tumbang dan menimpa puluhan pengunjung yang berada di bawahnya. Data sementara, 4 orang tewas tertimpa pohon dan 21 orang lainnya luka-luka.

4 korban meninggal adalah Sarijo (39), asal Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor; Suryana (42), asal Kedung Halang, Sukaraja, Bogor;, Supriyono (31) asal Kandang Roda, Sukaraja, Bogor; Saifulloh (43), Cibinong, Bogor.

Yudi Wahyudi salah satu pengunjung Kebun Raya Bogor mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu ia dan teman-teman buruh lainnya tengah berdiskusi di sekitar pohon yang tumbang tersebut. "Pohon tiba-tiba roboh, dan langsung menimpa beberapa teman kami," kata Yudi saat ditemui di RS PMI, minggu (11/1/2015).

Yudi menambahkan, beberapa rekannya juga sempat terjepit batang pohon. Namun kemudian, ia dan beberapa teman lainnya langsung menolong dan mengevakuasi rekan-rekannya yang terjepit. "Kejadiannya cepat sekali. Sempat ada suara pohon retak. Banyak yang tertimpa," kata Yudi.

Saat ini, seluruh korban dibawa ke rumah sakit PMI Kota Bogor untuk diberikan penanganan medis.


Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/read/2015/01/11/122255/2799866/10/4-pengunjung-tewas-dan-21-terluka-tertimpa-pohon-tumbang-di-kebun-raya-bogor

Banjir Kembali Terjang Aceh Tamiang

Aceh.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Aceh Tamiang sejak Minggu, 11 Januari 2015, mengakibatkan ratusan rumah di dua kecamatan terendam banjir. Ketinggian air berkisar 40 hingga 100 centimeter merendam rumah warga di Kecamatan Kota Kuala Simpang dan Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

Warga terpaksa bertahan di rumah mereka, karena belum ada tenda pengungsian yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Tamiang. Lebih dari 300 rumah warga di dua kecamatan hingga saat ini terendam banjir akibat meluapnya Sungai Tamiang dan hujan deras yang mengguyur daerah tersebut.

Banjir terparah terjadi di Kelurahan Kota Kuala Simpang, Dusun Pahlawan. Lebih dari 100 rumah warga di dusun tersebut terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Warga terpaksa menggunakan perahu untuk menyelamatkan harta benda ke rumah kerabat mereka. Warga yang memiliki rumah berlantai dua, masih berbenah untuk menyelamatkan harta benda.

BPBD Aceh Tamiang hari ini akan memasang empat tenda pengungsian di dua lokasi. Selain itu, satu unit mobil dapur umum untuk pengungsi akan ditempatkan di posko bencana di Desa Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian yang diderita warga mencapai puluhan juta rupiah.


Abdul Kadir
Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/2015/01/12/343801/banjir-kembali-terjang-aceh-tamiang

Tim Penyelam TNI AL Temukan "Black Box" AirAsia Terimpit Badan Pesawat

Pangkalan Bun.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Koordinator Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tonny Budiono mengatakan, tim penyelam TNI Angkatan Laut telah menemukan black box milik pesawat AirAsia QZ8501 di kedalaman Selat Karimata, perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Black Box itu ditemukan di kedalaman 30 hingga 32 meter.
"Tim penyelam TNI AL yang berada di KN Jadayat telah berhasil menemukan peralatan yang sangat penting, yaitu black boxAirAsia QZ8501 pada posisi 03.37.21 S/109.42.42 E dengan kedalaman sekitar 30 sampai dengan 32 meter," ujar Tonny.
Namun, Tonny melanjutkan, hingga saat ini, tim penyelam masih kesulitan untuk mengangkat black box. Sebab, black box itu berada dalam posisi yang terimpit badan pesawat.
Tim penyelam, kata Tonny, kembali akan mencoba melakukan penyelaman untuk mencoba mengangkat black box besok, Senin (12/1/2015). "Proses pengambilan black box akan dilaksanakan (Senin) esok pagi hari dengan mengeser perlahan-lahan serpihan badan pesawat tersebut," kata Tonny.
Namun, jika cara ini gagal, menurut Tonny, pengangkatan badan pesawat akan dilakukan dengan cara yang sama seperti ketika Tim SAR Gabungan mengangkat ekor pesawat AirAsia dengan rute penerbangan Surabaya-Singapura yang jatuh pada Minggu (28/12/2014) tersebut.
"Tim akan mengangkat bagian badan menggunakan teknik balon yang sebelumnya digunakan untuk mengangkat ekor," ujar Tonny.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto yakin sinyal ping yang berhasil dideteksi oleh kapal Baruna Jaya berasal dari black box pesawat AirAsia QZ8501. Hal ini karena ada lebih dari satu ping yang berhasil dideteksi. (Baca: BPPT Yakin "Ping" Berasal dari Kotak Hitam Pesawat AirAsia QZ8501)
Bermodalkan temuan BPPT, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Indroyono Soesilo pun memastikan bahwaping yang terdeteksi dari Kapal Baruna Jaya I milik BPPT berasal dari emergency locater transmitter AirAsia QZ8501. "Kita perkirakan ini frekuensi yang dikirim black box. Insya Allah itu prediksi informasi yang ada," ujar dia dalam jumpa pers di Gedung BPPT, Jakarta, Minggu (11/1/2015). (Baca: Menko Maritim: Ping Dipastikan Berasal dari AirAsia QZ8501)
Namun, Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo masih belum memberikan konfirmasi mengenai penemuan black box. Menurut Soelistyo, bisa saja pingyang ditangkap oleh pinger locator milik Baruna Jaya adalah obyek lain, bukan black box. Sebelumnya, kata dia, Baruna juga pernah menangkap sinyal ping dari dasar laut. Namun, saat dikonfirmasi, ternyata itu hanya karang. (Baca: Basarnas Belum Bisa Pastikan Penemuan "Black Box" AirAsia, Ini Penjelasannya)

Abdul Kadir

Sabtu, 10 Januari 2015

Ekor AirAsia Sukses Diangkat, Panglima TNI Serahkan Investigasi ke KNKT

Pangkalan Bun.MEDIA INDEPENDEN NASIONA ONLINE


Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyerahkan ekor AirAsia yang berhasil diangkat ke Kapal Crest Onyx kepada KNKT. Selanjutnya tugas investigasi akan dilanjutkan oleh KNKT.

Moeldoko mengatakan dirinya bertemu dengan staf Laboratorium KNKT, Andreas Hananto di kapal Crest Onyx. Sehingga tugas mencari, menemukan, dan mengevakuasi bagian pesawat itu sudah selesai.

"Tugas TNI mencari, menemukan, dan evakuasi barang telah dijalankan dan menyerahkan secara resmi ke KNKT dalam keadaan sesungguhnya dan diterima dengan baik," kata Moeldoko di KRI Banda Aceh, Sabtu (10/1/2015).

Melihat secara langsung kondisi ekor pesawat yang hancur, jenderal bintang empat itu tidak yakin black box masih ada di sana, namun tugas investigasi berada di KNKT dan melakukan pencarian lebih teliti di ekor yang sudah diangkat itu.

Sebelumnya, Moeldoko berharap black box masih berada di ekor. Harapan itu muncul setelah sinyal ping yang diterima KM Jadayat kian melemah seiring proses pengangkatan ekor AirAsia. Namun melihat kerusakan, ia mulai tidak yakin harapan itu bisa jadi kenyataan.

"KNKT akan menyelidiki lebih lanjut," kata jenderal yang menginap di KRI Banda Aceh selama proses pengangkatan ekor untuk menemukan black box tersebut.


Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/read/2015/01/10/174531/2799671/10/ekor-airasia-sukses-diangkat-panglima-tni-serahkan-investigasi-ke-knkt?9911012

Kronologi Ekor Pesawat AirAsia Berhasil Diangkat dari Dasar Laut

Pangkalan Bun.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE


Tim penyelam berhasil mengangkat ekor pesawat AirAsia QZ8501 dari dasar laut perairan Laut Jawa dekat Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, ke atas permukaan pada Sabtu (10/1/2015) siang.
"Betul, ekor pesawat sudah terangkat," ujar Direktur Operasional Basarnas, Marsekal Pertama SB Supriadi di Posko Pencarian, Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng.
Ekor pesawat yang diperkirakan seberat lebih 5 ton tersebut bisa terangkat setelah pemasangan dan pengisian enam lifting bag/ballon (balon pengapung) pada ekor pesawat.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Manahan Simorangkir menjelaskan kronologi pengangkatan ekor pesawat tersebut.
Sabtu sekitar pukul 06.00 WIB, pengangkatan ekor pesawat diawali dengan penyelaman untuk memeriksa tali pengikat di ekor pesawat, pemasangan dan pengisian udara pada lifting bag/ballon (balon pengapung).
"Sampai dengan pukul 10.12 WIB, pengisian udara sebanyak enam tabung," ujarnya.
Setelah dilakukan enam kali penyelaman, baru pada pukul 11.50 WIB, lifting bag muncul ke permukaan dan bangkai ekor pesawat turut terangkat ke permukaan laut. Setelah muncul ke permukaan, tim menggunakan talo kros kapal untuk membantu penarikan.
Saat ini, ekor dan lifting bag masih mengapung di permukaan laut.
Salah satu skenario yang disiapkan untuk tahap berikutnya, yakni merapatkan ekor pesawat dan lifting bag ke sisi kapal SKK Migas, Crest Onyx untuk selanjutnya dibawa ke tepi Pangkalan Bun.
Ekor pesawat AirAsia QZ8501 menjadi benda paling dicari karena didalamnya terdapat kotak hitam atau black box berisi data penerbangan pesawat tersebut sebelum jatuh diSelat Karimata pada 28 Desember 2014 lalu. Hari itu, pesawat dari maskapai penerbangan Malaysia itu mengangkut 162 orang tujuan Surabaya-Singapura.
Hasil pemeriksaan tim penyelam sebelumnya, diketui black box sudah tidak ada di ekor pesawat tersebut. Diperkirakan black box sudah terlepas atau terlempar dari ekor pesawat karena benturan keras saat pesawat terjatuh.

Abdul Kadir

Kamis, 01 Januari 2015

Ratusan Prajurit TNI/Polri Sambut 4 Jenazah AirAsia

Jakarta.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE



4 kereta jenazah dan ratusan prajurit TNI dan Polri disiagakan di Landasan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Base Ops Juanda untuk membawa 4 jenazah penumpang AirAsia QZ8501 ke RS Bhayangkara Polda Jatim di identifikasi.

Ke-4 kereta jenazah masing-masing dari Garnisun, TNI AL, Marinir dan satu kereta jenazah dari DVI. 

"Diperkirakan akan landing di Base Ops sekitar pukul 11.38 Wib," kata Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Juanda, Laksamana Pertama Sigit Setianta, Kamis (1/1/2015).

Sigit menambahkan, keempat jenazah penumpang AirAsia akan dibawa pesawat Hercules C130 milik TNI AL dengan nomor lambung A-1320.

Penyambutan 4 jenazah rencananya akan dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo dan perwira tinggi TNI Jawa Timur serta Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf.


Abdul Kadir
Sumber : http://news.detik.com/read/2015/01/01/110451/2791748/10/ratusan-prajurit-tni-polri-sambut-4-jenazah-airasia?991101mainnews

Evakuasi di Atas Ombak Tiga Meter dan Kabut

Pangkalan Bun.MEDIA INDEPENDEN NASIONAL ONLINE




Ombak setinggi tiga meter menerjang di perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, saat Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo melakukan proses evakuasi di area jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, Rabu (31/12/2014).
Cuaca gelap berkabut yang tak kunjung membaik itu menjadi kendala proses evakuasi bagi tim gabungan koordinasi dari Basarnas.
Awan sangat rendah mengkhawatirkan untuk operasi helikopter mengambil jenasah di KRI Bung Tomo.
Kondisi cuaca juga menyulitkan pengiriman pasukan Marinir dan penyelam tambahan ke lokasi. Helikopter yang dikerahkan pun terpaksa kembali ke Landasan Udara Sultan Iskandar.
"Ombak tiga meter itu bayangkan kalau terjun di ombak segitu dengan kedalaman 30 meter. Kalau pakai tali rawan bagi penyelam," ujar SAR Mission Koordinator Pangkalan Bun, Marsekal muda TNI Sunarbowo Sandik di Posko Utama Pencarian Pesawat AirAsia QZ8501, dalam jumpa pers di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (31/12/2014).
Sunarbowo menyatakan, proses evakuasi dapat selesai dalam waktu yang cepat bila saja cuaca di sekitar operasi tim gabungan membaik.
Adapun dari tujuh jenasah korban pesawat AirAsia QZ8501, hanya dua jenazah yang berhasil di bawa ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah telah diidentifikasi singkat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, untuk selanjutnya dibawa ke Surabaya.
Informasi yang dibimpun, setelah diidentifikasi petugas forensik, satu jenasah diketahui berjenis kelamin laki-laki yang diperkirakan masih berusia remaja dengan panjang sekitar 140 cm. Jenasah ini mengenakan baju biru dan celana cokelat.
Sementara jenasah satunya lagi berjenis kelamin perempuan dengan ciri fisik panjang 160 cm dan menggunakan baju warna biru kemudian celana jins biru.
Kedua jenasah pun dimasukkan ke peti jenazah dan di bawa ke Surabaya menggunakan pesawat Boeing 737-200 AI 7301 milik TNI AU sekitar pukul 16.00 WITA

Abdul Kadir